Selasa, 14 April 2026

Internasional

Umat Kristen Berdoa di Bethelem, Tanah Palestina, Terputus Dengan Tembok Israel

Sebuah pohon Natal raksasa telah diletakkan di Manger Square Bethlehem. Sebuah area antara Gereja Kelahiran dan sebuah masjid yang dihiasi dengan

Editor: M Nur Pakar
AFP
Warga Palestina Abdelfattah Abusrour menunjukkan lukisannya di kantornya, kamp pengungsi Aida, Betlehem, Tepi Barat yang diduduki Israel. 

SERAMBINEWS.COM, BETHLEHEM - Sebuah pohon Natal raksasa telah diletakkan di Manger Square Bethlehem.

Sebuah area antara Gereja Kelahiran dan sebuah masjid yang dihiasi dengan lampu yang mengalir di dindingnya.

Tetapi ada lebih banyak hal di kota Palestina itu daripada makna alkitabiahnya, kata penyelenggara Festival Budaya Betlehem.

Dia mempromosikan aspek lain dari tempat yang dihormati sebagai tempat kelahiran tradisional Yesus.

Festival tahunan ini menampilkan acara tari, musik, seni, dan kuliner di kota yang sumber pendapatan utamanya dari turis asing telah hancur akibat pandemi virus Corona.

Baca juga: Israel Bekukan Rencana Pembangunan Pemukiman Yahudi di Bekas Bandara Jerusalem Timur

“Menjelang Natal, umat Kristen dunia berdoa ke Betlehem," kata peserta festival dan chef Fadi Kattan saat memilih mint segar dari pasar sayur.

"Tetapi sebenarnya kebanyakan orang tidak tahu bahwa Betlehem ada di tanah Palestina,” ungkapnya.

“Saya masak, Ummu Nabil jualan jamu, ada pasukan tari dan ada seniman,” jelasnya.

Betlehem terletak lima mil di selatan Yerusalem di Tepi Barat yang diduduki Israel, yang direbut Israel dalam perang 1967 bersama dengan Jalur Gaza dan Jerusalem Timur.

Kota ini terputus dari Jerusalem oleh tembok Israel, yang dikutuk Palestina sebagai perampasan tanah.

Tetapi Israel membela sebagai langkah keamanan untuk melindungi diri dari serangan.

Baca juga: Pemukim Yahudi Teror Warga Palestina di Jerusalem, Rusak Ban Mobil

Pembicaraan antara kedua pihak gagal pada 2014.

Bagi salah satu pendiri festival, Abdelfattah Abusrour, tujuannya untuk menunjukkan kepada dunia.

Dimana, Betlehem sebagai kota yang hidup di luar halaman sejarah dan konflik Israel-Palestina.

“Ini bukan hanya tempat keagamaan,” kata Abusrour.

“Ini penuh dengan kehidupan, budaya, seni, keindahan, keramahan, dan kemurahan hati orang, meskipun hidup di bawah pendudukan Israel," tandasnya.(*)

Baca juga: Warga Palestina Tolak Diusir dari Jerusalem oleh Pemukim Yahudi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved