Berita Aceh Malaysia
Peringatan Maulid di Kampung Acheh Malaysia Ditunda, Begini Penjelasan Datuk Mansyur dan Cikgu Jazni
Sedianya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW komunitas Aceh di Malaysia ini akan dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Desember 2021, di Kampung Acheh
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM – Pimpinan komunitas Aceh di Malaysia, memutuskan untuk menunda pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun ini.
Sedianya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW komunitas Aceh di Malaysia ini akan dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Desember 2021, di Kampung Acheh di Yan Kedah.
Para pemimpin Komunitas Aceh di Malaysia pun sudah mengeluarkan surat edaran dan imbauan kepada seluruh warga keturunan Aceh di Malaysia, untuk ikut berpartisipasi dan menyemarakkan peringatan hari kelahiran Sang Penghulu Alam.
Namun, tiba-tiba agenda peringatan Maulid Nabi Muhammad itu harus dibatalkan, seiring dengan kembali meningkatnya kasus penyebaran wabah Covid-19 di negeri jiran itu.
Kontributor Serambinews.com di Kuala Lumpur, Jafar Insya Reubee melaporkan, kabar tentang penundaan agenda peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Acheh ini disampaikan oleh Presiden Persatuan Melayu Berketurunan Aceh Malaysia (Permebam) Datuk Mansyur Usman, Kamis (9/12/2021) sore tadi.
“Kita sebagai manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang menentukan. Sambutan Maulidur Rasul yang dijadualkan pada 18 dan 19 Dis 2021 di KAMC dengan ini ditunda akibat penularan wabak COVID 19 yang semakin meningkat,” kata Datuk Mansyur Usman.
Ia mengatakan, keputusan penundaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diambil pihaknya menindaklanjuti permintaan dari tokoh keturunan Aceh di Kampung Acheh Yan Kedah.
“Kasus Covid-19 sedang kembali meningkat di Negeri Yan, termasuk satu kasus di Kampung Acheh,” kata Datuk Mansyur.
Datuk Mansyur kemudian mengirimkan sebuah video berisi pernyataan Haji Jazni bin Gani, Ketua Persatuan Ikatan Masyarakat Aceh Malaysia (IMAM) di Yan Kedah.
Baca juga: VIDEO - Rapat di Pulau Pinang, Warga Aceh di Malaysia Sepakat Gelar Maulid Akbar di Yan Kedah
Baca juga: VIDEO Yulia A Hamid dan Kiprah Perempuan Aceh di Malaysia
Dalam video itu, Haji Jazni menyampaikan rasa sedih dan merasa bersalah karena harus menyampaikan kabar yang tidak baik ini.
“Barusan saya mendapatkan pesan WhatsApp dari pihak kepolisian yang menyampaikan bahwa agenda Maulid Nabi Muhammad di Kampung Acheh terpaksa dibatalkan oleh sebab meningkatnya kasus penularan Covid-19 di sekitar Yan Kedah,” kata Haji Jazni dalam bahasa Aceh.
Menurutnya, pesan WhatsApp dari kepolisian itu adalah pemberitahuan awal dan akan segera disusul dengan surat resmi.
“Sebentar lagi saya diminta ke balai polis untuk mengambil surat (permintaan pembatalan agenda kenduri Maulid) itu,” kata Haji Jazni yang beberapa kali menyampaikan permohonan maaf dan mohon pengertian dari seluruh masyarakat Aceh di Malaysia.
“Jadi nyan keuh maklumat untuk droenneuh nyoe, pakiban jeut tapike, pakiban jeut tapeugot, kiban jeut tapeuseuleusoe masalah nyoe. (Jadi itulah maklumat untuk Anda (warga Aceh di Malaysia) semua, bagaimana menyikapi keadaan ini),” kata Cikgu Jazni.
“Karena lon rasa komitmen droenneuh nyoe ka melebihi 50 persen dengan barang-barang pih le yang ka geubloe, dan tempahan-tempahan bandum. Lon cukop rasa sedih keuh dengan keputusan nyoe. (Karena saya rasa persiapan yang dilakukan sudah melebihi 50 persen. Barang-barang untuk kenduri sudah dibeli. Saya merasa sangat sedih dengan keputusan ini),” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/datuk-manysur-dan-cikgu-jasni.jpg)