Kamis, 11 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Miris! Lansia di Banda Aceh Ini 5 Hari Terkunci di Kontrakan tanpa Makanan, Dikerumuni Semut & Ulat

Ya, lansia ini diselamatkan setelah lima hari terkunci di rumah kontrakannya di Dusun Kulu, Gampong Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat

Tayang:
Penulis: Misran Asri | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Keuchik Gampong Seutui, Amiruddin bersama sejumlah warga menjaga Sya'diah (73) ibu lanjut usia yang ditemukan terkunci di kontrakannya selama 5 hari dan akhirnya dibawa ke RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh, Jumat (10/12/2021) malam. 

Ya, lansia ini diselamatkan setelah lima hari terkunci di rumah kontrakannya di Dusun Kulu, Gampong Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (10/12/2021).

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sya'diah (73), ibu lanjut usia (lansia) yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan selama ini tinggal bersama anaknya yang diduga alami gangguan jiwa, diselamatkan staf Kantor Keuchik Gampong Seutui. 

Ya, lansia ini diselamatkan setelah lima hari terkunci di rumah kontrakannya di Dusun Kulu, Gampong Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (10/12/2021).

Informasi tersebut pertama kali diperoleh Serambinews.com dari Keuchik Gampong Seutui, T Amiruddin, Sabtu (11/12/2021) malam.

Keuchik Amiruddin, syukur nyawa ibu malang tersebut masih terselamatkan dan pertama kali diketahui oleh seorang staf Kantor Keuchik Gampong Seutui saat bermaksud mengantar bantuan langsung tunai (BLT) kepada ibu itu, selepas shalat Jumat sekitar pukul 16.00 WIB.

"Ternyata ibu Sya'diah sudah lima hari terkurung di kontrakannya dalam kondisi kaki sebelah kanan patah, tanpa makanan dan mulai dikerumuni semut dan ulat akibat luka darah manis yang beliau derita.

Mungkin, kalau telat sedikit lagi kita tahu, satu atau dua hari ke depan, mungkin kondisinya akan beda. Alhamdulillah, kita masih bisa menyelamatkan beliau," kata Keuchik Amiruddin.

Baca juga: VIDEO Perjuangan Polisi Simeulue Gendong Lansia Ikut Vaksinasi di Pulau yang Terpisah dari daratan

Ia mengungkapkan Sya'diah, ibu malang tersebut sudah tinggal sekitar dua tahun di Gampong Seutui, di sebuah kontrakan yang jauh dari kata layak bersama seorang anaknya yang juga mengalami gangguan jiwa.

"Suami ibu Sya'diah ini sudah meninggal tiga bulan lalu dan waktu itu kami bersama warga Gampong Seutui juga yang urus semuanya kala itu.

Jujur, miris melihat kondisi beliau yang hidup dalam kedaan yang memprihatinkan.

Di samping miskin, tak ada seorang pun yang dapat diharapkan, bahkan sejumlah saudaranya yang kita hubungi, mengaku tidak kenal. Sayang sekali," ungkap Keuchik Gampong Seutui ini.

Keuchik Amir menceritakan saat ditemukan di rumahnya, ibu Sya'diah tergeletak di atas lantai dalam kondisi tak berdaya. Karena, selama 5 hari terkurung di kontrakannya itu, tak ada makanan apapun yang dimakan oleh korban, di samping kaki kanannya patah.

Baca juga: Disdukcapil Kota Banda Aceh Jemput Bola untuk Lakukan Perekaman KTP Elektronik Bagi Para Lansia

"Ibu Sya'diah yang juga menderita darah manis, pada saat kami angkat sudah lengket di lantai. Lalu luka akibat penyakit darah manis yang beliau derita, bagian punggungnya sudah nempel di lantai, dan luka di tubuh beliau mulai dikerumuni semut dan ulat yang terus menggerogoti, sayang sekali," ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut Pemerintah Gampong Seutui langsung berkoordinasi dengan Tim Kecamatan Baiturrahman untuk proses evakuasinya yang turut melibatkan Camat Baiturrahman, M Rizal bersama petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved