Senin, 13 April 2026

Vaksinasi

Ancaman Baru Covid-19 di Tengah Minimnya Capaian Vaksinasi

Provinsi Serambi Mekkah itu bakal masuk dalam daerah dengan kategori tidak aman. Kondisi ini pula yang membuat Aceh berpotensi menerima ancaman baru s

Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
Serambi Indonesia
Mendagri M Tito Karnavian didampingi Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meninjau vaksinasi di Gedung Banda Aceh Convention Hall, Banda Aceh, Selasa (14/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB. Lelaki itu tiba di Gedung BACH yang berada di depan Kantor Gubernur Aceh.

Banda Aceh Convention Hall atau BACH selama ini dijadikan sebagai lokasi vaksinasi covid-19 terpusat. Hari itu, Selasa (14/12/2021) ada 279 orang yang divaksin di BACH.

Lelaki berseragam coklat itu mendatangi lokasi BACH didampingi Gubernur Aceh dan stafnya.

“Hari ini pelaksanaan vaksinasi dipantau langsung Bapak Mendagri, Muhammad Tito Karnavian, Bapak Sekda dan Bapak Kapolda. Alhamdulillah ada 279 masyarakat Aceh yang disuntik vaksin di sana,” kata Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto dalam keterangannya di Banda Aceh.

Tito Karnavian yang bekas Kapolri itu hadir bersama rombongan dari Kemendagri dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Begitu tiba di BACH, Mendagri disambut sejumlah kepala dinas dan unsur Forkopimda, langsung meninjau kegiatan vaksinasi.

Ia juga berkomunikasi dengan warga dan pelajar yang sedang melakukan vaksinasi serta petugas vaksinator.

VIDEO Mayat Fitri Dievakuasi dari Sungai Lae Kombih, Jari yang bengkok Jadi Penanda Sang Ibu

“Pelaksanaan vaksinasi terpusat seperti yang dilakukan Pemerintah Aceh di BACH ini sangat bagus. Mulai dari pendaftaran, screeningnya, vaksinasinya dan observasinya, kemudian masuk ke dalam aplikasi PCare yang akan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi, sudah bagus,” ujar Tito.

Usai meninjau kegiatan vaksinasi, Mendagari mengatakan bahwa akhir Desember 2021, capaian vaksinasi tingkat nasional harus mencapai 70 persen.

Untuk itu, semua provinsi dan kabupaten/kota harus bergerak bersama-sama. 

Namun Tito dalam kunjungannya ke Aceh mendapati fakta yang membuatnya menyerngitkan dahi.

Sesuai dengan laporan yang diterimanya, capaian vaksinasi di Aceh rata-rata masih di bawah 50 persen menjadi sebuah fakta yang miris, di tengah upaya pemerintah mati-matian melawan virus corona yang telah merenggut ribuan nyawa di Indonesia.

“Kita melihat beberapa daerah yang perlu atensi yang relatif rendah (capaian vaksinasinya). Kemarin saya ke Papua, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, dan juga Aceh. Karena Aceh kalau tidak salah, nomor 3 atau nomor 4 terendah,” ungkap Tito. 

“Saya datang ke sini karena ada perintah dari Bapak Presiden. Sebelum akhir Desember, (capaian vaksinasi) tingkat nasional harus bisa mencapai 70 persen,” kata Tito lagi usai meninjau kegiatan vaksinasi di Gedung Banda Aceh Convension Hall (BACH), Banda Aceh, Selasa (14/12/2021).

2022, Aceh Besar Dapat Dana Desa Rp 415 Miliar, Berkurang Rp 22 M Dibanding 2021, Pakai untuk Ini!

Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, Mendagri hanya memberi apresiasi untuk Banda Aceh dan Simeulue. Menurutnya Kota Banda Aceh sudah cukup bagus, Simeulue juga sudah cukup bagus, tapi ada beberapa yang rendah capaian vaksinasinya.

"Seperti Aceh Utara, penduduknya besar tapi rendah,” ungkapnya. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved