Varian Omicron
Kenali 10 Gejala Virus Corona Varian Omicron, Berkeringat Malam Hari hingga Batuk Berkepanjangan
Selama ini kehilangan penciuman menjadi indikator terkuat infeksi Covid-19. Namun hal ini kemungkinan berubah, sehingga seseorang tak perlu kehilangan
Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM - Masyarakat global saat ini masih dihadapkan pada ancaman virus corona.
Seolah tiada akhir, kini varian baru virus corona kembali ditemukan dengan nama Omicron.
Sebelumnya varian corona yang lebih dulu ditemukan yakni varian delta yang dikenal penularannya lebih cepat dan berbahaya.
Lantas seperti apa sebetulnya gejala virus corona varian Omicron?
Melansir Kompas.com, gejala varian virus corona Omicron tidak jauh berbeda dengan varian Covid-19 umumnya seperti demam, sakit kepala, batuk dan kehilangan penciuman.
Saat ini varian baru Covid-19 Omicron menjadi salah satu yang mendapat perhatian dunia.
• Identitas Mayat Tanpa Busana di Lambadeuk Masih Misteri, Polisi: Tak Ada Laporan Kehilangan Orang
Mengutip dari Goodhousekeeping tes paling awal menunjukkan bahwa varian Omicron tidak menunjukkan gejala yang parah di mana pasien tak perlu memakai ventilator.
Gejala varian Omicron
Sejumlah laporan mengatakan bahwa infeksi Omicron cenderung menyebabkan gejala kelelahan, dan nyeri tubuh. Gejala ini lebih banyak muncul dibandingkan kehilangan rasa maupun kehilangan penciuman.
Kepala Eksekutif Royal Society for Public Health Christina Marriot, mengatakan bahwa bukti yang berkembang menunjukkan bahwa mereka yang telah mendapat dua dosis vaksin biasanya menunjukkan gejala yang tidak parah.
“Penting bagi orang yang telah divaksinasi penuh untuk tetap waspada terhadap gejala seperti pilek, dan dites jika mereka tinggal atau bekerja di sekitar orang yang berisiko lebih besar terkena penyakit ini,” ujarnya dikutip dari Independent.
Berikut ini sejumlah gejala Omicron dirangkum dari sejumlah sumber:
1. Sakit kepala
Sakit kepala bisa menjadi salah satu gejala Covid-19 varian Omicron. Berdasarkan studi gejala oleh Zoe Covid (covid.joinzoe.com) yang didanai oleh pemerintah Inggris, menunjukkan bahwa sakit kepala bisa muncul sebagai gejala awal dan ini sebenarnya gejala yang lebih umum.
Dari studi ini menemukan bahwa sakit kepala akibat Covid-19 cenderung nyeri sedang hingga berat. Kemudian bisa sakit kepala berdenyut, menekan dan menusuk dengan terjadi di kedua sisi kepala.
