Selasa, 28 April 2026

Puluhan Ribu Warga Malaysia Dievakuasi, Delapan Orang Meninggal Dunia

Malaysia sering mengalami musim hujan badai menjelang akhir tahun, dan banjir kerap berujung pada evakuasi massal

Editor: bakri
ANTARA FOTO/SHAHRUL AZMIR VIA REUTERS
Pemandangan dari udara menunjukkan daerah pemukiman yang terendam banjir setelah hujan deras dalam tangkapan layar yang diambil dari rekaman drone di distrik Hulu Langat, negara bagian Selangor, Malaysia, Minggu (19/12/2021). 

KUALA LUMPUR - Malaysia kembali dilanda banjir. Kali ini merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang mengakibatkan lebih dari 30. 000 orang dievakuasi pada Minggu (19/12/2021).

Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal dunia dalam banjir tersebut.

Malaysia sering mengalami musim hujan badai menjelang akhir tahun, dan banjir kerap berujung pada evakuasi massal.

Hujan deras sejak Jumat (17/12/2021) menyebabkan sungai meluap, merendam banyak daerah perkotaan dan memutus jalan-jalan utama, sehingga ribuan pengendara terjebak.

Lebih dari 30.000 korban banjir di delapan negara bagian dan teritori tercatat di situs web resmi pemerintah, dengan lebih dari 14.000 di antaranya berada di negara bagian Pahang.

Kantor berita AFP melaporkan, hampir 10.000 orang meninggalkan rumah mereka di negara bagian Selangor yang mengelilingi ibu kota Kuala Lumpur.

Situasi banjir di luar rumah Yuvan di Taman Sri Muda, Shah Alam, Malaysia
Situasi banjir di luar rumah Yuvan di Taman Sri Muda, Shah Alam, Malaysia (Free Malaysia Today)

Polisi Selangor sebagaimana diberitakan kantor berita negara Bernama, melaporkan sedikitnya delapan orang ditemukan meninggal dunia dalam banjir tersebut.

Mereka termasuk empat orang di Taman Sri Muda, sebuah lingkungan di distrik Shah Alam, di mana banyak orang diyakini masih terjebak di rumah dan gedung apartemen karena upaya penyelamatan terhambat oleh kurangnya perahu dan tenaga.

Tidak jelas berapa banyak lagi yang harus diselamatkan dengan terputusnya jalur komunikasi di banyak bagian negara bagian itu.

Anggota parlemen oposisi pada Senin mengecam pihak berwenang atas keterlambatan tanggapan.

"Malam ini akan menjadi malam ketiga, orang-orang masih berteriak minta perahu," kata anggota parlemen Hannah Yeoh dari Partai Aksi Demokratik kepada wartawan di parlemen.

"Kami ingin (pemerintah) segera mengaktifkan bantuan sehingga kami tidak lagi menemukan mayat," tambahnya.

Warga Taman Sri Muda Sazuatu Remly (43) dan keluarganya diselamatkan oleh teman-temannya pada Senin, setelah terjebak di rumah mereka selama lebih dari dua hari.

"Bantuan dari pemerintah tidak pernah datang kepada kami, kami hanya mendapat bantuan dari orang tua dari anak-anak yang saya asuh," katanya kepada Reuters.

Baca juga: VIDEO - Banjir Besar Landa Kuala Lumpur dan Selangor Malaysia

"Saya sangat berharap pihak berwenang dapat bertindak lebih cepat, dan mereka memberi lebih banyak perhatian kepada orang-orang di sini," imbuhnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved