Breaking News:

Berita Pidie

Peringati Hari Ibu, Dinkes Pidie Gelar GSP-2A dan Turunkan 4 Dokter Ahli ke Tangse

Peringatan Hari Ibu 22 Desember, Dinas Kesehatan Pidie melakukan aneka kegiatan ke Kecamatan Tangse, Pidie, Rabu (22/12/2021)

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Muhammad Hadi
Dok Dinkes Pidie
Seorang tim medis sedang melakukan pemeriksaan terhadap anak dalam rangkaian kegiatan GSP-2A peringatan hari ibu di Puskesmas Tangse, Pidie, Rabu (22/12/2021) 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Peringatan Hari Ibu 22 Desember, Dinas Kesehatan Pidie melakukan aneka kegiatan ke Kecamatan Tangse, Pidie, Rabu (22/12/2021).

Selain gencar menggelar vaksinasi Covid-19 dari rumah ke rumah, Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie juga terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

Dalam rangka peringatan hari ibu yang dipusatkan di Puskesmas, Kecamatan Tangse, Pidie

Dinkes Pidie menurunkan empat dokter spesialis yang ditugaskan untuk mentransfer ilmu kebidanan dan anak kepada dokter umum, bidan dan kader.

Ke empat dokter spesialis itu adalah dr Fitriana, SpOG, dr Fita Drisma, SpOG, dr Siti Soraya, M.Ked (Ped) ,SpA, dan dr Beby Trianita Sari, SpA. 

Baca juga: Hasil Leg I Semifinal Piala AFF Singapura vs Indonesia Berakhir Imbang, Ini Jadwal Leg Kedua

Dalam kegiantan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie juga menyerahkan alat kesehatan (Alkes) Ultrasonografi (USG) untuk Puskesmas Tangse.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie, dr Arika Husnayanti Aboebakar, SpOG (K) mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie menyebutkan berbagai momen kegiatan dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

Seperti yang dilakukan di Puskesmas Tangse.  

Pada tahun 2021 angka kematian ibu di Kabupaten Pidie terjadi di angka 19/100.000 kelahiran hidup . 

Maksudnya dalam 100.000 jiwa kelahiran sebanyak 19 bayi meninggal.

Karena itu sebutnya,  pihaknya terus  berupaya menekan angka  kematian ibu dan bayi dengan melakukan preventif dan promotive, salah satunya dengan melakukan gerakan solidaritas bersama.

Baca juga: Petugas Wanita Lapas Bireuen Peringati Hari Ibu, Bagikan Bunga ke Pengendara Perempuan

Menurut dr Arika, kegiatan GSP-2A yang diprakarsai Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, telah menghadirkan inovasi Gerakan peureumeun (Peduli)  Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), sejak Agustus 2021. 

Dengan menggandeng para dokter spesialis obgyn dan anak, pihaknya turun ke Puskesmas-Puskesmas mentransfer ilmu kebidanan dan anak kepada kepada dokter umum, bidan dan kader. 

Biasanya dalam kegiatan itu kegiatan dilanjutkan dengan diskusi lintas sector, diantaranya anggota Muspika setempat,dan Keuchik.

Selain itu, dalam kegiatan GSP-2A, sama juga yang dilakukan di Puskesmas Tangse, para dokter spesialis obgyn melakukan Ultrasonografi (USG). 

Hal itu dilakukan untuk  mendeteksi dini kehamilan ibu,dan menyaring ibu dengan kehamilan resiko tinggi. 

Baca juga: Istri Jamal Khashoggi Ditangkap, Telepon Diretas Sebelum Pembunuhan di Istanbul Tanpa Bekas

Ini peting dilakukan agar ibu dengan kehamilan resiko tinggi perlu melakukan rujukan dini agar dapat mencegah terjadinya keterlambatan rujukan.

Misalkan pada kasus kasus ibu hamil dengan kurang gizi, ibu hamil dengan anemia, hipertensi, DM,TB dan penyakit autoimun yang seharusnya dapat  ditherapi agar tidak terjadi sesuatu hal  yang tidak diinginkan pada saat kehamilan, persalinan dan masa nifas.

Diharapkan, melalui momen peringatan hari ibu 2021, ini pihaknya dapat melakukan sesuatu untuk kesehatan ibu dan bayi, yaitu dengan melakukan preventif dan promotif dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. (*)

Baca juga: Harga Emas Siang Ini, Berikut Daftar Harga Emas Per Gram

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved