Selasa, 7 April 2026

Berita Pidie Jaya

Harga Biji Coklat di Pijay Turun, Ini Penyebab Utamanya

"Memang, menjelang setiap akhir tahun, harga biji kakao kering kerap menurun dan tahun ini tergolong tipis yaitu hanya Rp 2.000/Kg," sebutnya.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Dua buruh lepas di Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya menjemur biji kakao di pinggiran ruas Jalan Banda Aceh-Medan, Kamis (23/12/2021). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Harga biji coklat atau kakao kering di Pidie Jaya (Pijay), selama dua pekan  terakhir di tingkat agen penampung di Pidie Jaya (Pijay) mengalami penurunan meski secara tipis yaitu rata-rata Rp 2.000 dalam setiap kilogramnya.

Agen penampung biji kakao di pusat Pasar Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pijay, M Yahya kepada Serambinews.com, Kamis  (23/12/2021), mengatakan, harga biji coklat atau kakao selama dua pekan terakhir di tingkat petani lokal mengalami penerima secara tipis dari biasanya Rp 30.000/Kg kini  Rp 28.000/Kg.

"Memang, menjelang setiap akhir tahun, harga biji kakao kering kerap menurun dan tahun ini tergolong tipis yaitu hanya Rp 2.000/Kg," sebutnya.

Diakui selama ini, biji kakao kering yang ditampung berasal dari kalangan para petani kebun lokal berasal dari para petani kebun, terutama Kecamatan Meureudu, Trienggadeng, dan Bandar Baru.

Hanya saja, selama beberapa tahun terakhir, serangan hama batang dan buah coklat sangat memberikan dampak besar dalam menurunkan hasil panen. 

Biasanya dalam dua pekan hasil tampungan biji coklat kering dapat tertampung 5 sampai 6 ton.

Tapi karena dalih serangan hama maka hasil tampungan dalam dua pekan dapat tertampung 3 sampai 4 ton saja.

 'Semua hasil biji cokelat kering  ini selanjutnya kami kirim keluar daerah yaitu Medan, Sumatera Utara," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved