Berita Banda Aceh
Perantau Aceh di Malaysia dan Diskop Bahas Pengembangan UMKM di Gerbang Tol Padang Tiji
pemetaan pembangunan dan pengembangan Usaha Micro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Pidie, terutama terkait telah beroperasinya Jalan Tol Sibanceh
SERAMBINEWS.COM - Perantau asal Pidie di Malaysia, Jafar Insya Reubee, saat ini sedang melakukan pemetaan pembangunan dan pengembangan Usaha Micro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Pidie, terutama terkait telah beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera, ruas Sigli – Banda Aceh (Sibanceh).
Dalam beberapa bulan terakhir Jalan Tol Ruas Sibanceh telah dibuka untuk umum. Masa tempuh dari Banda Aceh ke Sigli atau sebaliknya semakin singkat, hanya membutuhkan masa sekitar 40-45 menit sahaja.
“Sigli, khususnya Padang Tiji, secara alamiah telah menjadi buffer city daripada Kota Banda Aceh,” ujar Jafar Insya Reubee saat mempresentasikan hasil observasi dan kajiannya selama dua bulan terakhir di Aceh kepada pejabat Diskop UKM Aceh Aswar Ramli Paya.
Paparan atau pembentangan potensi pengembangan UMKM di seputar Gerbang Tol Padang Tiji disampaikan Jafar Insya di sebuah café di Banda Aceh pada Senin (06/04/2026).
Turut hadir pada pemaparan yang berlangsung santai itu antara lain pelaku UMKM asal Pidie yang juga Ketua DPD I KNPI Aceh 2013-2017, H Jamaluddin Jamil ST MM ,dan alumnus Universiti Utara Malaysia, Hasan Basri M Nur PhD.
Baca juga: Menikmati Perjalanan Tol Sibanceh Saat Idulfitri
“Peluang pembukaan gerbang tol Padang Tiji ikut membuka peluang bagi usaha micro, kecil dan menengah di Pidie,” sebut Jafar.
“Peluang ini mesti dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Gerbang tol Padang Tiji harus berdampak ekonomi bagi masyarakat Pidie,” kata Jafar Insya yang telah puluhan tahun merantau ke Malaysia.
“Dalam dua bulan terakhir saya menyaksikan sangat banyak pedagang dari Saree turun ke Padang Tiji dalam rangka relokasi usaha mereka,” katanya.
Pengembangan UMKM
Jafar mengajak Pemprov Aceh dan Pemkab Pidie agar bersedia berkolaborasi dalam merancang pembangunan dan pengembangan UMKM di Pidie, terutama dalam rangka optimalisasi gerbang tol Padang Tiji.
Jafar mencontohkan, selain UMKM bidang keripik, Pemkab Pidie juga perlu melakukan advokasi kehadiran UMKM kuliner khas Pidie, seperti masakan kari kambang boh labu khas Pidie, halua Bluek, kerupuk melinjo ataupun oleh-oleh apam.
Baca juga: Libur, Kendaran Lewat Jalan Tol Meningkat, Pengguna Sibanceh Tertinggi Capai 8.000 Lebih
“Selain keripik ubi dan pisang, keberadaan warung nasi kari kambing boh labu dan apam, saya kira wajib dibantu agar hadir di dekat gerbang tol Padang Tiji,” ujar pria yang dikenal ramah di kalangan jurnalis ini.
Aswar dari Diskop UKM Aceh menampung dan mencatat aspirasi yang berasal dari kajian pelaku usaha asal Aceh di Malaysia ini.
Aswar berjanji akan menyampaikan hasil meeting ini kepada pimpinan agar dapat ditangani secara terpadu oleh pihak-pihak terkait.(*)
| Dua Tersangka Pengrusakan dan Pembakaran Kampus FP USK Dijerat Pasal Berlapis, Ini Peran Mereka |
|
|---|
| Dua Mahasiswa Jadi Tersangka Kasus Pengrusakan dan Pembakaran Fakultas Pertanian USK |
|
|---|
| Fraksi PKS DPRK Banda Aceh Kembali Salurkan Satu Ekor Sapi Kurban |
|
|---|
| Ciptakan Hydrogel Pendeteksi Infeksi Luka Diabetes, Mahasiswa USK Juara Nasional |
|
|---|
| Hingga Mei, Realisasi APBA Sudah Rp 3,5 Triliun, Banyak SKPA Masih Lambat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bahas-UMKM-dan-jalan-tol-di-Padang-tiji-aceh.jpg)