Rabu, 22 April 2026

Internasional

Bank-bank Pemerintah Turki Jual Dolar AS, Cegah Mata Uang Lira Terjun Bebas

Bank-bank pemerintah Turki secara agresif menjual dolar AS sepanjang minggu ini. Dengan harapan mencegah mata uang Lira terjun bebas,

Editor: M Nur Pakar
AFP
Uang Lira Turki 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Bank-bank pemerintah Turki secara agresif menjual dolar AS sepanjang minggu ini.

Dengan harapan mencegah mata uang Lira terjun bebas, tetapi sebaliknya membaik secara perlahan

Dilansir Reuters, Jumat (24/`12/2021), kebijakan itu diambil setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan skema perlindungan deposito.

Dengan tujuan membendung krisis mata uang.

Penjualan tersebut bertepatan dengan penurunan cadangan devisa bank sentral.

Dilaporkan devisa Turki turun hampir $6 miliar pada Senin (20/12/2021) dan Selasa (21/21/2021) saja.

Baca juga: Bank Indonesia: Rp 12,66 Triliun Aliran Modal Asing Keluar dari Pasar Keuangan Domestik

Kepala Penasihat Bank mengatakan intervensi bank pemerintah mencapai $3 miliar.

Dua sumber lainnya, termasuk seorang pejabat senior Turki, mengatakan intervensi itu intens dan diperpanjang sampai akhir pekan ini.

Tiga bank besar negara, Ziraat Bank, Vakif Bank dan Halk Bank tidak segera mengomentari kemungkinan intervensi.

Bank sentral tidak segera tersedia untuk berkomentar.

Lira telah melonjak lebih dari 50% minggu ini, rebound dari rekor terendah.

Setelah Erdogan mengumumkan sebuah skema.

Di mana Departemen Keuangan dan BaSk sentral akan menjamin beberapa deposito mata uang lokal terhadap kerugian depresiasi.

Baca juga: Uang Lira Turki Turun ke Rekor Terendah, Rubel Rusia Kembali Pulih Terhadap Dolar

Pada 2019-2020, bank sentral mendukung, melalui swap, penjualan sekitar $128 miliar melalui bank-bank pemerintah untuk menstabilkan lira.

Sehingga, menghabiskan cadangan devisa Turki.

Awal tahun ini, penjualan muncul sebagai fokus dari apa yang disebut oposisi politik sebagai salah urus.

Untuk mengatasi gejolak pasar terbaru, Bank Sentral telah mengumumkan lima intervensi pasar langsung bulan ini, antara $6-$10 miliar.

Data resmi menunjukkan cadangan devisa bersih bank turun menjadi $12 miliar minggu lalu, dari $21 miliar seminggu sebelumnya, karena intervensi.

Pemerintah mengatakan skema perlindungan deposito mendorong orang Turki untuk memegang Lira daripada mata uang asing, yang menyumbang lebih dari setengah tabungan lokal.

Analis telah memperingatkan jika kenaikan lira gagal bertahan, maka berbalik arah.

Bahkan, skema tersebut akan dapat memicu inflasi, menambah utang publik, dan memakan cadangan devisa.(*)

Baca juga: Arkeolog Temukan Jejak Keberadaan Manusia Era Bizantium di Turki

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved