Selasa, 19 Mei 2026

Internasional

Militer Ukraina Latih Warga Sipil Menjadi Tentara Cadangan. Siap Melawan Rencana Invasi Rusia

Militer Ukraina mulai melatih ribuan warga sipil untuk menjadi tentara cadangan siap tempur di garis depan.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
The New York Times
Militer melatih warga sipil menjadi tentara cadangan dekat stasiun kereta api, Kiev, Ukraina. 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Militer Ukraina mulai melatih ribuan warga sipil untuk menjadi tentara cadangan siap tempur di garis depan.

Kebijakan itu diambil di tengah-tengah makin meningkatnya ancaman serangan Rusia dari timur.

Namun, Ukraina dan tetangganya telah mengambil pelajaran dari perang Amerika dalam beberapa dekade terakhir ini, aksi pemberontakan berhasil.

Dilansir AP, Senin (27/12/2021) kelompok paramiliter swasta dan warga sipil lainnya mungkin menjadi bagian penting dari strategi pertahanan melawan Rusia/

Seeorang Jenderal Ukraina mengatakan militer Rusia berpeluang invasi, sehingga pihaknya harus membangun perlawanan non-militer.

Baca juga: Presiden Rusia Ancam Aksi Militer Jika NATO Menolak Ultimatum Atas Ukraina

Dikatakan, ha litu mirip dengan gerilyawan yang terbukti efektif di Irak dan Afghanistan dalam menghadapi senjata Amerika Serikat

Sang jenderal menjelaskan untuk mencapai kemenangan melawan Rusia yang hampir tidak mungkin harus dilakukan dengan cara gerilya.

Dia menegaskan itu menciptakan perlawanan yang cukup untuk mencegah invasi Rusia di tahap pertama.

Estonia, Latvia, dan Lithuania yang masuk bekas negara Soviet di utara juga melatih warga sipil menjadi tentara cadangan.

Namun, Ukraina memiliki program untuk warga sipil dengan pelatihan formal.

Baca juga: Anggota Parlemen AS Desak Biden Perkuat Persenjataan ke Ukraina, Cegah Putin Serang Kiev

Seperti setiap akhir pekan di Estonia, organisasi bela diri mengadakan latihan di hutan untuk para sukarelawan, hingga membuat alat peledakan improvisasi.

Dimana, brigade sukarelawan membentuk tulang punggung kekuatan Ukraina di timur pada tahun 2014, tahun pertama perang melawan separatis Rusia.

Di tengah ketakutan akan invasi, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky telah mengelilingi dirinya dengan orang-orang studio.

Hanya sedikit yang memiliki pengalaman dalam diplomasi atau peperangan.(*)

Baca juga: Presiden Ukraina Puji Militer, Siap Hadang Serangan Moskow, Temui Tentara di Perbatasan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved