Jumat, 8 Mei 2026

Internasional

Anggota Parlemen AS Desak Biden Perkuat Persenjataan ke Ukraina, Cegah Putin Serang Kiev

Sekelompok anggota parlemen Amerika Serikat (AS) mendesak Presiden AS Joe Biden memperkuat persenjataan Ukraina.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP/Kantor Pers Kepresidenan Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kanan) menyalami salah seorang tentara di perbatasan dengan Rusia pada Senin (6/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Sekelompok anggota parlemen Amerika Serikat (AS) mendesak Presiden AS Joe Biden memperkuat persenjataan Ukraina.

Dilaporkan, jika tidak dilakukan, maka tidak akan menghalangi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyerang Kiev.

Setelah kunjungan akhir pekan ke Ukraina, tiga anggota parlemen, semuanya veteran militer mengatakan Putin serius tentang serangan.

Disebutkan puluhan ribu tentara Rusia telah berkumpul dekat perbatasan Ukraina, seperti dilansir AFP, Rabu (15/12/2021).

"Kita harus lebih peduli untuk menghalangi Putin daripada memprovokasi dia," kata Seth Moulton, seorang Demokrat kepada wartawan.

"Jika Putin menyerang, saya ingin dia tahu akan kesulitan membeli soda dari mesin penjual otomatis dalam lima menit ke depan," ujarnya.

Baca juga: Presiden Rusia Sebut Konflik di Ukraina Timur Sudah Menjadi Pembersihan Etnis

"Bukan karena NATO mengadakan konferensi untuk memperdebatkan apa yang harus dilakukan selanjutnya selama beberapa minggu berikutnya," tambahnya.

Presiden Joe Biden dalam panggilan telepon dengan Putin pekan lalu memperingatkan Rusia akan menghadapi sanksi yang tidak pernah dilihatnya.

Dikatakan, sanksi dijatuhkan, jika Moskow menginvasi Ukraina, yang telah memerangi separatis pro-Rusia.

Mike Waltz, seorang Republikan mengatakan Amerika Serikat seharusnya sudah menjatuhkan sanksi ke Rusia.

"Saya pikir menjanjikan tindakan keras setelah invasi akan menguntung Putin," kata Waltz.

Dia mendesak Biden untuk memotong birokrasi dan segera mengirimkan senjata ke Ukraina, termasuk rudal pertahanan udara.

Baca juga: Presiden Ukraina Puji Militer, Siap Hadang Serangan Moskow, Temui Tentara di Perbatasan

Ruben Gallego, seorang Demokrat mengatakan Ukraina dapat menghalangi Putin menyerang negaranya.

Tetapi, harus memberi keyakinan ke Rusia, invasi akan berdarah dan akan berlangsung lama dan berlarut-larut.

"Ini akan menjadi ancaman eksistensial bagi kepemimpinannya jika dia mengalami kerugian besar seperti itu," tambah Gallego.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved