Internasional
Arab Saudi Bangun Pusat Budaya, Saat kawasan Lainnya Hancur Dihantam Konflik dan Perang
Kerajaan Arab Saudi mulai membangun pusat kebudayaan Timur Tengah. Tapi, pusat budaya sebelumnya di belahan lainnya di Timur Tengah telah hancur
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mulai membangun pusat kebudayaan Timur Tengah.
Tapi, pusat budaya sebelumnya di belahan lainnya di Timur Tengah telah hancur dihantam konflik dan perang berkepanjangan.
Konflik dan krisis telah menghancurkan ibu kota seni Arab seperti Kairo, Beirut, Damaskus, dan Baghdad.
Dilansir The New York Times, Senin (27/12/2021), Mantel Budaya Timur Tengah siap diperebutkan.
Namun, Arab Saudi telah mempersiapkan uang dalam jumlah besar untuk merebutnya.
Kerajaan mengumumkan akan mendukung produksi 100 film tahun 2030.
Baca juga: Badan Penerbangan Sipil Arab Saudi Sosialiasikan Keselamatan ke Pemilik Jet Pribadi
Bintang seperti Hilary Swank dan Naomi Campbell muncul untuk Festival Film Internasional Laut Merah baru-baru ini.
Inisiatif Kerajaan untuk mendorong pembuat film, seniman visual, musisi, dan koki telah mempercepat rencana membangun pusat kebudayaan di Timur Tengah.
Namun, film-film tersebut menyentuh tema-tema yang sebelumnya dianggap tabu di Kerajaan.
Seperti romansa, ketelanjangan dan kehamilan di luar nikah.
Ini merupakan perubahan cepat:
Setelah larangan 35 tahun di bioskop berakhir 2018, Arab Saudi sekarang memiliki 430 layar dengan target 2.600 bioskop pada 2030.
Baca juga: Arab Saudi Bangun Proyek Air Bersih dan Sanitasi di Kuba, Nilainya Mencapai Rp 567 Miliar
Perubahan ini ditentukan oleh penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
MBS ingin menghilangkan citra tenang kerajaan dengan membangun industri hiburan.
Saat ini, sebagian besar didanai oleh uang minyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pusat-budaya-di-arab-saudi.jpg)