Jumat, 5 Juni 2026

Berita Abdya

PDAM GK Abdya Putuskan Suplai Air ke Rumah Pelanggan

PDAM GK Abdya memutuskan suplai air bersih, untuk puluhan rumah pelanggan dalam kawasan Kecamatan Lembah Sabil.

Tayang:
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Bangunan sumur tangkap air IKK LembahSabil, jaringan PDAM GK yang dibangun di area DI Intake Krueng Baru, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, Selasa (28/12/2021). 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Sejak beberapa minggu terakhir, Perusahaan Daerah Air Minum Gunung Kila (PDAM GK) Aceh Barat Daya (Abdya) dikabarkan memutuskan suplai air bersih, untuk puluhan rumah pelanggan dalam kawasan Kecamatan Lembah Sabil.

Jaringan air bersih PDAM GK di kawasan itu, bersumber kaki gunung sabil, dengan bangunan sumur tangkap air di area Daerah Irigasi (DI) Krueng Baru, Gampong Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil.

Selama ini, intake lembah sabil itu menyuplai air bersih untuk ratusan rumah penduduk, dalam sejumlah gampong di lembah sabil. 

Diantaranya, Gampong Kayee Aceh, Gampong Cot Bak U, Gampong Meurandeh, Gampong Meunasah Sukon, Gampong Meunasah Tengah, Gampong Padang Keulele, Gampong Ladang Tuha 1, hingga ke sejumlah Gampong lainnya, yang jaringan pipanya sudah terpasang. 

Sayangnya, baru beberapa waktu menikmati air bersih dari BUMD itu, pihak PDAM GK, malah melakukan pemutusan suplai air ke rumah-rumah penduduk. 

“Kita menilainya ino pemutusan sepihak. Harusnya, jika memang mau dilakukan pemutusan, pihak PDAM memberitahunya dulu, baik secara lisan, maupun edaran, bukan seperti ini,” ujar Murdani, warga Lembah Sabil. 

Hal senada disampaikan Nazli, pelanggan lainnya yang mengalami nasib sama dengan para pelanggan lainnya. Kabarnya, PDAM GK memutuskan suplai air bersih ke rumah pelanggan itu, akibat para pelanggan tersebut sudah menunggak lebih dari 3 bulan. 

Baca juga: Kronologi Gadis 14 Tahun di Bandung Dirudapaksa 20 Pria, Dijajakan Sebagai PSK di MiChat

Baca juga: Usai Disingkirkan Indonesia dari Piala AFF, Pelatih Timnas Singapura Tatsuma Yoshida Resmi Mundur

Menurutnya, para pelanggan bukannya menunggak bayar tagihan, namun para pelanggan tidak bersedia membayar tagihan, mengingat jumlah tagihan dinilai tidak wajar.

“Tagihan yang disodorkan, sangat tidak wajar. Tidak sesuai dengan kondisi pemakaian air pelanggan, maka kami protes,” sebutnya.

Karena, tambahnya, untuk kelas rumah tangga saja, tagihan yang disodorkan membengkak hingga diatas Rp 500 ribu per bulan, padahal untuk pembayaran listrik, pihaknya hanya membayar Rp 200.000 per bulan. 

“Kan ini tidak masuk akal, lebih murah bayar listrik ketimbang air. Ini terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini, bulan-bulan sebelumnya tidak demikian, makanya kita menolak,” ungkapnya.

Padahal, tambahnya, pada Januari hingga pertengahan tahun, pelanggan kategori rumah tangga, hanya membayar tagihan sesuai rekening pemakaian air, berkisar Rp 8.000, Rp 10.000 hingga Rp 35.000 per bulan. Namun, jumlah tagihan itu membengkak sejak beberapa bulan terakhir ini. “Rp 500 ribu untuk bayar air saja, itu sangat tidak wajar,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Salibis, pelanggan rumah tangga lainnya, kawasan Gampong Kayee Aceh, yang pemakaian air di rumahnya diakui agak besar. 

Selama ini, katanya, jumlah tagihan yang harus dibayar pihaknya, hanya berkisar Rp 40.000 hingga Rp 50.000, namun tagihan terakhir membengkak menjadi Rp 400.000 per bulan.

“Untuk apa kami bayar, sesuaikan dulu. Pasti ada kesalahan ataupun permainan oknum tak bertanggung jawab. Soal mau diputuskan sambungan air ke rumah kita, silakan saja. Yang pasti, kami minta penegak hukum tidak menutup mata akan hal ini,” harapnya.

Baca juga: Wanita Pelaku Investasi Bodong Ditangkap, Tipu 18 Korban Kerugian Rp 6 Miliar, Modus Bisnis Makanan

Terkait masalah itu, Direktur PDAM GK Abdya, Rosi Padedi, saat dikonfirmasi mengatakan, permasalahan pada pelanggan PDAM Gunung Kila IKK Lembah Sabil, lebih kepada miskomunikasi semata. 

Dimana, katanya, jika memang pelanggan merasa kurang yakin dengan jumlah tagihan rekening pemakaian air, pelanggan bisa langsung menanyakan ke kantor PDAM.

 “Tagihan rekening yang kita sodorkan, sesuai dengan catatan meteran di rumah pelanggan. Jika ada yang salah, silakan konfirmasi ke kami,” sebutnya.

Pembayaran awal tahun yang dinilai pelanggan masih sedikit, menurut Rosi, itu karena pelanggan hanya membayar biaya beban saja.  Karena, sejak Januari hingga pertengahan Maret 2021, pompa di bangunan intake IKK Lembah Sabil rusak. 

Sehingga, operasional penyaluran air tidak berjalan. Makanya, pelanggan hanya membayar biaya beban saja. “Awal April, semua sudah normal. Hitungan tagihan rekening pemakaian air, dihitung dari biaya beban dan biaya pemakaian. Jika pelanggan kurang jelas, kami tunggu di kantor,” katanya.

Rosi juga menjelaskan, PDAM GK menyediakan jasa kalibrasi. Artinya, pelaksanaan pengukuran angka water meter sesuai dengan kondisi realnya. Permintaan kalibrasi, katanya, dapat diminta oleh pelanggan kepada PDAM, untuk memastikan keraguan pelangga, dan akan menjadi tolak ukur koreksi kubikasi air pelanggan, jika ada yang berbeda dari hasil kalibrasinya. 

“Meteran yang terindikasi rusak, akan diganti tanpa biaya sepeser pun oleh PDAM. Sedangkan, biaya kubikasinya, akan dikoreksi sesuai data hasil bacaan kalibrasi,” jelasnya.

Baca juga: Dijewer dan Diusir Edy Rahmayadi, Pelatih Biliar: Baru Ini Pemimpin Marah karena Tak Tepuk Tangan

Terkait pemutusan suplair air, sebut Rosi, hanya dilakukan untuk rumah pelanggan yang menunggak tagihan lebih dari 3 bulan. Artinya, disegel sementara akses airnya hingga melunasi tunggakan. Sementara y tidak menunggak, tidak dihentikan. 

“Itu bagian dari penertiban pelanggan yang kiakukan bukan hanya di Kecamatan Lembah Sabil saja. Namun, juga untuk seluruh wilayah pelayanan PDAM se-Abdya,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved