Amalan Sholat
Suka Begadang Tapi Mau Sholat Tahajud, Bolehkah? Ini Penjelasan Ustaz Lengkap Tata Cara dan Doanya
Ustaz Khalid Basalamah kemudian memberikan contoh ketika seseorang sedang begadang, namun ingin menunaikan Salat Tahajud.
Ustaz Khalid Basalamah kemudian memberikan contoh ketika seseorang sedang begadang, namun ingin menunaikan Salat Tahajud.
SERAMBINEWS.COM - Sholat tahajud dikerjakan pada malam hari.
Terlebih baik pada sepertiga malam atau menjelang masuk waktu subuh.
Salah satu ibadah sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan umat muslim adalah Sholat Tahajud.
Sholat Tahajud ini merupakan sholat sunah yang dilakukan pada malam hari.
Sholat Tahajud merupakan sholat sunah yang dapat dilakukan pada sepertiga malam.
Pahala orang yang menulaikan Sholat Tahajud sangat besar.
Karenanya Sholat Tahajud digolongkan sebagai salat sunnah yang paling utama.
Umumnya Sholat Tahajud dilakukan orang yang terbangun dari tidur.
Lantas, apakah orang yang tidak tidur atau begadang dapat melakukan Sholat Tahajud?
Baca juga: Ikatan Cinta Rabu 29 Desember 2021: Andin Ancam Al, Mama Sarah Ketakutan, Mata Nino Kembali Buta?
Baca juga: Tak Sesuai Hati Nurani, Alasan Sunan Kalijaga Mundur Jadi Kuasa Hukum Doddy Sudrajat Ayah Vanessa
Baca juga: M Kece Kritis hingga Habiskan 6 Kantong Darah, Pengacara: Diserang DBD hingga Infeksi Jantung
Ustaz Khalid Basalamah mengatakan, boleh menunaikan Sholat Tahajud tanpa tidur dahulu.
Kendati demikian, Ustaz Khalid Basalamah berujar kalau alangkah baiknya tidur dahulu sebelum melaksanakan Sholat Tahajud.
"Tidak harus tidur, tapi afdolnya (lebih baik) tidur terlebih dahulu," ujarnya.
Ustaz Khalid Basalamah kemudian memberikan contoh ketika seseorang sedang begadang, namun ingin menunaikan Salat Tahajud.
"Boleh tidak tidur, kalau sedang begadang lalu dia salat malam ya boleh saja,"
"Tapi afdolnya (lebih baik) memang harus tidur," terangnya.
Berikut penjelasan Ustaz Khalid Basalamah mengenai Sholat Tahajud yang dilansir TribunStyle.com dari YouTube House Net :
Waktu Sholat Tahajud
Mengutip buku Risalah Tuntunan Salat Lengkap, waktu melaksanakan Sholat Tahajud dibagi menjadi tiga bagian, di antaranya sebagai berikut :
- Sepertiga Pertama, yaitu dari pukul 19.00 sampai pukul 22.00, ini saat utama.
- Sepertiga Kedua, yaitu dari pukul 22.00 sampai pukul 01.00, ini saat yang paling utama
- Sepertiga Ketiga, yaitu pukul 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh, ini adalah saat yang paling utama.
Bacaan Niat Sholat Tahajud
صَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat-Tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat sunnah Tahajjud dua raka’at semata-mata karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Sholat Tahajud
1. Membaca niat Sholat Tahajud seperti yang terlah tertulis di atas.
Lanjutkan dengan melakukan Takbiratul Ihram (membaca Allahuakbar sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga),
2. Membaca doa iftitah dan surah Al Fatihah dan membaca surat-surat pendek Alquran seperti An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surat pendek apa saja dalam Alquran,
3. Lakukan langkah-langkah sholat pada umumnya seperti rukuk dan sujud yang lalu rakaat kemudian disamakan dengan rakaat pertama (kecuali doa iftitah),
4. Lakukan tahiyat akhir dan salam.
Selanjutnya, Anda disunahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, sholawat, istigfar, lalu membaca doa sholat tahajud.
Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.
Artinya:
"Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka."
Dalam hadis Bukhari dinyatakan, bahwa Rasulullah SAW jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Artinya:
“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.
Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Begadang Tapi Mau Sholat Tahajud, Bolehkah? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah, Lengkap Tata Cara,