Kamis, 14 Mei 2026

Berita Jakarta

Pemerintah Usulkan Mobil Bebas dari PpnBM

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mencanangkan suatu devinisi baru untuk industri otomotif guna mendorong pertumbuhan

Tayang:
Editor: bakri
Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan pada Hari Batik Nasional secara virtual, Jumat (2/10/2020) 

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mencanangkan suatu devinisi baru untuk industri otomotif guna mendorong pertumbuhan sektor terkait, yaitu mobil rakyat.

Dasar pemikiran dari ide tersebut datang dari pengertian sebenarnya Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan perkembangan pasar otomotif di dalam negeri saat ini.

"Kita ingin menciptakan suatu devinisi baru yang disebut mobil rakyat.

Berdasarkan namanya, kendaraan dimaksud bukanlah barang mewah sehingga tak lagi dikenakan PPnBM," kata Agus dalam konferensi pers, Rabu (29/12/2021).

Politikus Partai Golkar Agus Gumiwang.
Agus Gumiwang. (Tribunnews.com/Ferdinand Waskita)

"PPnBM itu kan harusnya dikenakan untuk barang mewah, jadi seharusnya untuk sesuatu termasuk kendaraan yang tidak tegolong mewah, maka tak terkena.

Jadi kita ingin memisahkan suatu jenis mobil ini," lanjutnya.

Dengan begitu, beberapa kendaraan yang dimaksud sebagai mobil rakyat secara permanen tidak akan dibebankan instrumen perpajakan PPnBM di dalam negeri.

Sejalan dengannya, pertumbuhan industri otomotif diyakini mampu melesat secara positif usai terdampak pandemi Covid-19.

Sebab, daya beli di pasar atau masyarakat terstimulus kembali.

Hanya saja, ia belum bisa mengatakan secara gamblang model kendaraan apa saja yang akan masuk dalam kategori tersebut.

"Jenis kendaraan yang masuk kategori mobil rakyat ialah, yang harganya sekitar Rp 240 juta, kapasitas maksimal mesin 1.500 cc, dan memenuhi local purchase 80 persen," kata Agus.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang Diskon PPnBM Otomotif 100 Persen Sampai Agustus 2021

Baca juga: Honda Masih Tunggu Kriteria Lengkap Insentif PPnBM

"Itu tiga syaratnya dan sudah saya usulkan ke Kementerian Keuangan," lanjut dia.

Sedangkan, terkait diskon PPnBM untuk industri otomotif yang akan berakhir pada akhir 2021, Agus belum memastikan apakah kebijakan tersebut akan berlanjut atau tidak.

Dalam kesempatan sama, Agus juga menjelaskan bahwa sektor otomotif di dalam negeri saat ini tengah bergerak positif menuju tahap pemulihan usai terdampak pandemi Covid-19.

Sepanjang Januari-November 2021, total penjualannya mencapai sekitar 790.000 atau 66 persen lebih tinggi dari periode di sama tahun lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved