Berita Pidie
Banjir di Aceh Utara, Pasokan Buah-buahan ke Pidie Terganggu
Dampak banjir di Lhoksukon, Aceh Utara mengakibatkan arus transportasi darat menjadi terkendala
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dampak banjir di Lhoksukon, Aceh Utara mengakibatkan arus transportasi darat menjadi terkendala.
Sehingga pasokan buah-buahan ke Pidie terganggu.
Kondisi ini sangat dirasakan penjual jus buah-buahan, karena tidak adanya pasokan.
"Kita kewalahan membeli buah yang dipasok dari Medan, karena pengakuan pedagang buah, bahwa saat ini pengiriman buah terganggu akibat banjir di Aceh Utara," kata Supriadi Daysin (32) seorang pemilik kafe kepada Serambinews.com, Senin (3/1/2022).
Baca juga: Tinjau Daerah Terisolir, Bupati Aceh Tamiang Mursil Empat Kali Naik Rakit Batang Pisang
Ia menjelaskan, akibat tidak adanya pemasokan buah sehingga harga buah naik.
Seperti jeruk peras, dari harga Rp 8.000 hingga 10.000 per kg, kini dijual Rp 13.000 per kg.
" Itu pun barang tidak ada di pasar, saya membeli jeruk peras stok satu hari lalu. Tapi, kwalitas buah masih bagus," jelasnya.
Teuku Musliadi seorang pedagang buah di pusat perbelanjaan Sigli kepada Serambinews.com, Senin (3/1/2021) menjelaskan, dirinya belum mengetahui pasokan buah terganggu dampak banjir di Aceh Utara.
Sebab, untuk pengiriman buah anggur menggunakan bus belum terkendala dengan banjir di Aceh Utara.
" Mungkin juga pengiriman buah jeruk perah menggubakan L300 pikap terganggu banjir," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/buah-buahan-di-pidie-menipis-akibat-banjir-aceh-utara.jpg)