Senin, 13 April 2026

Berita Pidie

Banjir di Aceh Utara, Pasokan Buah-buahan ke Pidie Terganggu

Dampak banjir di Lhoksukon, Aceh Utara mengakibatkan arus transportasi darat menjadi terkendala

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/M NAZAR
Supriadi Daysin memperlihatkan jeruk perah yang stoknya mulai langka di kafe di Blok Bengkel, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Senin (3/2/2022). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dampak banjir di Lhoksukon, Aceh Utara mengakibatkan arus transportasi darat menjadi terkendala.

Sehingga pasokan buah-buahan ke Pidie terganggu.

Kondisi ini sangat dirasakan penjual jus buah-buahan, karena tidak adanya pasokan.

"Kita kewalahan membeli buah yang dipasok dari Medan, karena pengakuan pedagang buah, bahwa saat ini pengiriman buah terganggu akibat banjir di Aceh Utara," kata Supriadi Daysin (32) seorang pemilik kafe kepada Serambinews.com, Senin (3/1/2022).

Baca juga: Tinjau Daerah Terisolir, Bupati Aceh Tamiang Mursil Empat Kali Naik Rakit Batang Pisang

Ia menjelaskan, akibat tidak adanya pemasokan buah sehingga harga buah naik.

Seperti jeruk peras, dari harga Rp 8.000 hingga 10.000 per kg, kini dijual Rp 13.000 per kg.

" Itu pun barang tidak ada di pasar, saya membeli jeruk peras stok satu hari lalu. Tapi, kwalitas buah masih bagus," jelasnya.

Teuku Musliadi seorang pedagang buah di pusat perbelanjaan Sigli kepada Serambinews.com, Senin (3/1/2021) menjelaskan, dirinya belum mengetahui pasokan buah terganggu dampak banjir di Aceh Utara.

Sebab, untuk pengiriman buah anggur menggunakan bus belum terkendala dengan banjir di Aceh Utara.

" Mungkin juga pengiriman buah jeruk perah menggubakan L300 pikap terganggu banjir," pungkasnya. (*)

Baca juga: 1.260 Personel Jajaran Polda Aceh Naik Pangkat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved