Kamis, 30 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Tinjau Daerah Terisolir, Bupati Aceh Tamiang Mursil Empat Kali Naik Rakit Batang Pisang

Sejumlah permukiman di Aceh Tamiang terisolir akibat meningkatnya ketinggian banjir pada Senin (3/1/2022) dini hari

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Dok Camat Bandarpusaka
Bupati Aceh Tamiang, Mursil ikut mendayung rakit saat meninjau lokasi banjir di Bandarpusaka, Senin (3/1/2022). Rakit tersebut terbuat dari batang pisang yang diikat dengan kayu. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sejumlah permukiman di Aceh Tamiang terisolir akibat meningkatnya ketinggian banjir pada Senin (3/1/2022) dini hari.

Ketinggian air dilaporkan warga mengalami peningkatan dibanding musibah setahun terakhir. 

Bahkan warga mengklaim banjir kali ini merupakan yang terparah sejak banjir bandang pada 2006.

"Sejak banjir bandang 2006, ini yang paling parah. Biasanya hanya sebetis, ini lebih dari satu meter," kata warga di Kampung Serba, Bandarpusaka.

Kecamatan Bandarpusaka memang salah satu kecamatan terparah yang terendam banjir.

Baca juga: Banjir di Aceh Timur Kembali Renggut Korban Jiwa Seorang  Anak Kecil

Selain Serba, Kampung Babo yang letaknya lebih ke hulu juga mengalami dampak parah.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil secara khusus meninjau sendiri Kampung Babo.

Dengan mengendarai mobil sendiri, Mursil ingin memastikan kondisi masyarakat di sana sekaligus untuk mengetahui langsung perkembangan debit air.

"Hari ini kondisi Kota Kualasimpang dan wilayah hilir sangat tergantung dengan kondisi Babo. Kalau air terus naik, maka banjir akan semakin meluas," kata Mursil.

Namun bukan hal mudah untuk menjangkau kawasan ini karena beberapa titik genangan air sudah memutus jalur transportasi.

Baca juga: Ekses Banjir, Arus Lintas Nasional di Aceh Utara Macet

Mursil harus bergantian menumpang perahu serta rakit dari batang pisang yang diikat kayu untuk menjangkau daerah tujuan.

"Saya saksikan sendiri banjir kali ini luar biasa, tidak pernah air setinggi ini, saya perkirakan ini dua meter," kata Mursil ketila terjebak di Kampung Alurjambu.

Dalam kesempatan itu, Mursil terus menghubungi seluruh Camat dan Kepala Pelaksana BPBD, Syahri untuk terus mendata dan mengawasi perkembangan banjir.

Para Camat dimintanya tidak henti berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar bantuan dan dapur umum bisa segera disalurkan.

Baca juga: 1.260 Personel Jajaran Polda Aceh Naik Pangkat

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved