Internasional
Marshal AS Selamatkan Lima Gadis Hilang dari Perdagangan Seks, 30 Orang Ditangkap
Marshal AS berhasil menyelamatkan lima gadis remaja yang dinyatakan hilang oleh keluarganya. Penemuan itu melalui operasi selama berbulan-bulan yang
SERAMBINEWS.COM, NEWS YORK - Marshal AS berhasil menyelamatkan lima gadis remaja yang dinyatakan hilang oleh keluarganya.
Penemuan itu melalui operasi selama berbulan-bulan yang juga menangkap 30 orang.
Operasi tahunan yang disponsori oleh US Marshals, dijuluki "Operasi Boo Dat," berlangsung dari pertengahan Oktober hingga pertengahan Desember 2021,
Pencarian dilakukan di sekitar New Orleans bersama dengan beberapa departemen kepolisian dan sheriff Louisiana, seperti dilansir USA Today, Minggu (2/1/2022).
Lima gadis hilang yang ditemukan berusia antara 14 hingga 17 tahun, menurut rilis berita US Marshal pada 27 Desember 2021.
Salah satu gadis yang ditemukan berusia 16 tahun yang telah meninggalkan rumahnya seusai mencuri kendaraan dan pistol milik kerabatnya.
Baca juga: Dua Tersangka Anak Pemerkosa Gadis 15 Tahun di Nagan Raya Segera Diadili
Gadis itu ditemukan di sebuah rumah di New Orleans, tinggal bersama beberapa orang dewasa, termasuk seorang penari strip club, kata agensi tersebut.
Menurut badan tersebut, penemuan kedua, seorang gadis berusia 14 tahun.
Gadis itu kemungkinan masuk perdagangan seks yang ditemukan di New Orleans bersama seorang anak berusia 17 dan 15 tahun.
Ketiganya mengatakan mereka dijebak oleh laki-laki dewasa karena salah satu sepupu laki-laki itu ditembak.
Marshall AS menemukan orang ketiga, seorang pelarian berusia 15 tahun dengan masalah perdagangan seks manusia sebelumnya di Baton Rogue, Louisiana.
Tetapi pedagang seks mereka bunuh baru-baru ini.
Selanjutnya, menemukan dua saudara perempuan berusia 15 dan 16 tahun di sebuah apartemen Baton Rouge yang.
Keduanya, kemungkinan telah menjadi kegiatan seksual kriminal kejahatan dewasa, tambah badan tersebut.
Dari 19 Oktober hingga 24 Desember, US Marshals mengatakan telah melakukan 30 penangkapan.
Baca juga: Pemilik Jaringan Perdagangan Seks Online Korsel yang Terkenal Kejam, Dihukum 40 Tahun Penjara
Sebanyak 17 di antaranya melakukan pelanggaran registrasi pelaku kejahatan seks.
Bagian dari operasi termasuk pihak berwenang menyelesaikan lebih dari 100 pemeriksaan kepatuhan pelaku seks.
Sehingga, mewajibkan penegak hukum pergi ke alamat tempat tinggal pelaku seks yang dilaporkan memverifikasi orang tersebut masih tinggal di alamat yang diberikan.
Penangkapan termasuk Lorenzo Oliver, yang menurut pihak berwenang memiliki surat perintah kejahatan.
Dia diduga memperkosa seorang wanita berusia 12 tahun di sebuah rumah di New Orleans yang ditinggalkan.
Dia sebelumnya telah dihukum karena percobaan pemerkosaan dan pelecehan seksual pada 2015.
Dia mencoba memperkosa seorang wanita dewasa di perpustakaan umum Louisiana pada tahun 2013.
Oliver juga merupakan pelanggar seks tingkat tiga, sebuah klasifikasi paling serius dan pelanggar seks dengan ancaman hukuman seumur hidup.
Dua pelanggar seks tingkat tiga lainnya ditangkap selama operasi i tu.
Penangkapan lainnya termasuk Lamonte Versill Morris.
Menurut pihak berwenang telah mengelurakan surat perintah penangkapn di San Patricio County, Texas.
Baca juga: Marak Kasus Perdagangan Seks di Negara Tetangga, Bangladesh Awasi Ketat Pengguna TikTok
Dia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia 14 tahun pada Juni 2021.
Seorang wanita berusia 17 tahun juga ditangkap karena sebuah surat perintah kejahatan untuk perdagangan manusia.
Wanita yang ditangkap itu dikenal memiliki hubungan sebelumnya dengan beberapa pelarian wanita dari New Orleans.
Serta hubungan dengan kegiatan geng terorganisir.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sidang-pengadilan-gadis-hilang-di-amerika-serikat.jpg)