Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Kasus Virus Corona Arab Saudi Melonjak Tajam, Daya Beli Masyarakat Mulai Turun

Kerajaan Arab Saudi, Selasa (4/1/2022) mengumumkan perkembangan baru kasus harian virus Corona. Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan kasus hari

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Warga memenuhi arena festival Riyadh, Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi, Selasa (4/1/2022) mengumumkan perkembangan baru kasus harian virus Corona.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan kasus harian Covid-19 kembali melonjak tajam ke ribuan orang.

Kementerian menyatakan ditemukan 2.585 kasus virus Corona dalam 24 jam terakhir.

Dilansir ArabNews, Kementerian Kesehatan juga mencatat dua kematian akibat virus Corona.

Sebaliknya, sebanyak 375 pasien Covid-19 pulih, sehingga jumlah total kasus yang pulih menjadi 543.129 orang.

Sementara itu, dipicu kekhawatiran Omicron, pertumbuhan sektor non-minyak swasta Arab Saudi turun dalam sembilan bulan terakhir ini.

Baca juga: Arab Saudi Mulai Khawatirkan Penyebaran Omicron, Kasus Virus Corona Terus Meningkat

Hal itu terkait permintaan dan kepercayaan melemah pada Desember 2021, menurut IHS Markit.

Indeks Manajer Pembelian Kerajaan turun jauh pada Desember, turun tiga poin menjadi 53,9 pada Desember 2021, rilis survei terbaru menunjukkan.

Namun, karena masih melewati ambang batas 50, masih mengindikasikan perbaikan kondisi.

Penurunan PMI dikaitkan dengan penurunan tajam dalam pesanan baru.

Sehingga, mengurangi simpanan dan pekerjaan, dengan output meningkat pada tingkat terendah sejak Agustus 2021.

Selain itu, prospek perusahaan untuk tahun depan merosot ke level terendah.

Hanya 8 persen dari perusahaan yang disurvei berpikir output akan meningkat pada 2022.

Baca juga: Arab Saudi Umumkan 287 Kasus Virus Corona dan Satu Kematian, Jamaah Jaga Jarak dan Pakai Masker

Meskipun ada beberapa optimisme mengenai permintaan yang berpotensi lebih tinggi dan rilis produk baru, perusahaan yang berbasis di London menambahkan.

"PMI Arab Saudi mengakhiri tahun dengan catatan yang membosankan," David Owen, ekonom di IHS Markit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved