Senin, 27 April 2026

News Video

VIDEO - Ponpes di Lombok Dirusak dan Dibakar Ratusan Orang Bertopeng, Polisi Minta Warga Tahan Diri

Dalam laporan kepolisian disebutkan, massa yang bergerak melakukan perusakan menggunakan penutup wajah. Mereka datang berbaris tanpa suara teriakan.

Penulis: Ranu Teruna | Editor: Ansari Hasyim

SEWRAMBINEWS.COM - Sekitar 200 orang melakukan perusakan terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sunnah dan pondasi bakal Masjid Imam As Syafi'i di Desa Bagik Nyaman, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (2/1/2022) dini hari pukul 02.00 Wita.

Mereka tersinggung dengan potongan video ceramah seorang ustaz di Lombok Timur, NTB, yang dianggap mendiskreditkan keberadaan makam keramat di Lombok.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat, Kombes Pol Artanto mengatakan, kejadian tersebut menyebabkan kerusakan bangunan Ponpes, pembakaran dan perusakan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor serta pondasi bakal masjid Ponpes As-Sunnah.

Baca juga: Waspada Banjir! BMKG Prediksi Lhokseumawe dan Sekitarnya Bakal Dilanda Hujan, Begini Prakiraannya

Baca juga: Mediasi Buntu, Kasus Dugaan Penganiayaan Mahasiswa oleh Oknum LLDikti Aceh Berlanjut

Baca juga: Mogok Saat Evakuasi Korban Banjir, Mobil BPBD Aceh Tamiang Diikat di Jembatan

"Memang ada aksi massa yang menyebabkan kerusakan di Ponpes tersebut dan massa terus bergerak ke lokasi pembangunan masjid yang masih berupa pondasi, melakukan pembakaran dan perusakan," terang Artanto saat dikonfirmasi, Minggu.

Artanto mengatakan, massa melempari dan membakar sejumlah mobil yang ada di markas Ponpes As-Sunnah. Sejumlah motor yang ada di lokasi itu juga dirusak.

"Diduga massa terprovokasi oleh potongan video yang isinya mendiskreditkan makam leluhur orang Lombok. Ini yang memicu dan akhirnya massa melakukan aksi perusakan," kata Artanto.

Dalam laporan kepolisian disebutkan, massa yang bergerak melakukan perusakan menggunakan penutup wajah. Mereka datang berbaris tanpa suara teriakan.

Mereka langsung merusak pagar depan markas As-Sunnah yang terbuat dari spandek. Mereka juga merusak pos satpam klinik Ponpes.

Kerusakan terparah akibat ulah massa itu adalah pembakaran mobil dan pondasi bakal masjid Ponpes As-Sunnah.

"Tidak ada korban luka pada kejadian itu, namun tim kita langsung bergerak bersama Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono, mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP bersama tim Inafis Polda NTB," terang Artanto.

Minta warga tak terprovokasi

Kombes Pol Artanto mengimbau warga tidak terprovokasi terkait aksi perusakan Pondok Pesantren As-Sunnah tersebut.

Ia meminta warga tetap tenang dan tak mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya agar proses hukum berjalan lancar.

"Kepolisian Daerah NTB akan memberikan atensi khusus atas aksi sekelompok massa tidak dikenal yang mengakibatkan sejumlah fasilitas di pesantren As-Sunnah, Bagek Nyaka, rusak pada Minggu dini hari," kata Artanto, Senin (3/1/2022).

Artanto mengatakan, kejadian tersebut diduga kuat karena tersebarnya potongan video ceramah yang mendiskreditkan sejumlah makam leluhur di Lombok.

Penyidik, kata dia, telah memeriksa sejumlah saksi dan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait kasus perusakan maupun video ujaran kebencian yang beredar luas.

"Percayakan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut dan masyarakat agar tenang," jelasnya.

Artanto juga menekankan bahwa aparat telah melakukan pendekatan pada sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas).

Selain itu, warga juga telah mendatangi langsung Polda NTB untuk menyampaikan laporan terkait keberatannya terhadap ujaran dalam video tersebut.

Untuk itu warga diminta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan kekerasan yang mengganggu jalannya proses penegakan hukum.

Baca juga: Badai dan Virus Corona Buat Frustrasi Penumpang Pesawat Amerika Serikat, Terjebak di Bandara

Baca juga: Kapolres Agara Targetkan 100 Persen Warga Aceh Tenggara Divaksin Covid-19 pada Tahun 2022

Baca juga: Marshal AS Selamatkan Lima Gadis Hilang dari Perdagangan Seks, 30 Orang Ditangkap

Masyarakat diharapkan menjaga ketertiban dan keamanan di Ponpes As-Sunnah maupun lokasi pembangunan masjid yang ada di kawasan tersebut.

"Kami juga menjaga rumah milik H. Sunardi selaku ketua pembangunan masjid yang menjadi sasaran perusakan oleh sekelompok orang tak dikenal," kata Artanto.

Polres Lombok Timur Bersama tim Brimob Polda NTB, telah melakukan pengamanan ekstra serta menjaga di dua titik lokasi kejadian.

Selain memperketat pengamanan dari Tim Sabara dan Kompi Brimob Lombok Timur, Polda NTB juga telah melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama agar tidak terprovokasi dan membantu meredam emosi warga.

"Kami imbau agar warga tetap tenang dan jangan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu jalannya proses yang hukum yang tengah dilakukan," katanya.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Ponpes di Lombok Dirusak dan Dibakar Ratusan Orang Bertopeng, Polisi Minta Warga Tahan Diri

Berita terkait lainnya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved