Berita Aceh Barat
Biaya Penanganan Jembatan Gantung Lhok Guci Capai Rp 4,2 Miliar
Pemkab Aceh Barat telah menyurati BNPB di Jakarta, untuk kebutuhan penanggulangan jembatan yang rusak.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Kerusakan 1 unit jembatan gantung di Kawasan Pasi Sira, Desa Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat saat ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 4,2 miliar rupiah untuk pembangunan Kembali jembatan yang rusak tersebut.
Kerusakan jembatan gantung di Lhok Guci tersebut akibat terjangan banjir, sehingga mengakibat kan jembatan gantung yang selama ini dijadikan sebagai penghubung antar kecamatan roboh, sehingga akses akses warga antar kecamatan melalui jembatan tersebut putus total, tidak bisa digunakan sama sekali.
Sementara untuk penanganan jembatan tersebut, pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat di Jakarta, untuk kebutuhan penanggulangan jembatan yang sudah rusak tersebut.
“Kebutuhan anggaran pembangunan jembatan Lhok Guci sebesar Rp4,2 miliar, dengan panjang jembatan tersebut sekitar 120 meter dengan lebar 2,4 meter, dan bisa dilalui kendaraan roda empat,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Aceh Barat Dr Kurdi kepada Serambinews.com, Kamis (6/1/2022).
Baca juga: Cegah Banjir Bandang, Pemerintah Harus Selamatkan Hutan
Sementara untuk pembangunan satu unit jembatan gantung di kawasan Desa Alue Keumang, Kecamatan Pante Ceureumen hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp1,8 miliar. Panjangnya jembatan gantung di Alue Keumang sekitar Rp 110 meter, dengan lebar 1,2 meter ditambah talud pengaman.
Saat ini Pemerintah Aceh Barat sedang menunggu jawaban dari Pemerintah Pusat dalam hal tersebut BNPB guna kepentingan pembangunan jembatan gantung yang sudah rusak di kawasan Lhok Guci saat ini.
Dikatakannya, bahwa saat terjadi kerusakan jembatan tersebut, Pemerintah dalam hal itu Bupati Aceh Barat H Ramli MS telah menyurati BNPB dan Gubernur Aceh, terhadap penanganan kerusakan jembatan tersebut akibat banjir yang terjadi pada 2021 lalu.
“Kita menunggu balasan surat ini terkait dengan kerusakan jembatan, harapan kita dapat dibantu pihak BNPB atau provinsi sesuai permohonan Bapak Bupati,” kata Dr Kurdi.
Disebutkan, bahwa sebelum dilakukan pembangunan lanjutan jembatan Lhok Guci, pihak balai telah membantu kawat bronjong sebanyak 200 keping untuk penanganan tebing sungai.
Sedangkan rencana dari Pemerintah Aceh Barat terhadap penanganan tebing di daerah jembatan gantung telah dialokasikan sebesar Rp 400 juta di tahun 2022 ini.
Sementara untuk penanganan tebing sungai Krueng Meureubo di Kawasan jembatan gantung saat ini sudah dalam pengerjaan, karena hal tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengantisipasi meluasnya erosi Krueng Meureubo.
Bahayanya erosi Krueng Meureubo tersebut tidak hanya berdampak pada jembatan gantung saja, akan tetapi mengikis lahan masyarakat di daerah tersebut, sehingga dengan dilakukan penanganannya, maka potensi erosi dapat segera dicegah.(*)
Baca juga: Tentara Israel Tembak Mati Pemuda Palestina Tanpa Sebab
Baca juga: Harga Telur Naik di Nagan Raya, Harga Beras Juga Ikutan Merangkak Naik, Pembeli Berkurang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/antisipasi-meluasnya-erosi.jpg)