Sabtu, 11 April 2026

Mihrab

Tiga Model Manusia di Awal Alquran : Bertaqwa, Kafir, dan Munafiq

sejak awal kita membaca Alquran kita sudah diharapkan memahami model-model manusia yang disebutkan dalam surah Al-Baqarah.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Akademisi UIN Ar-Raniry, Dr Tgk Teuku Zulkhairi MA 

Tiga Model Manusia di Awal Alquran : Bertaqwa, Kafir, dan Munafiq

SERAMBINEWS.COM - Surah Al-quran yang pertama sekali diturunkan adalah Al-‘Alaq ayat satu sampai lima, kata Dr Teuku Zulkairi MA mengawali pembahasan ini.

Namun seperti dipahami, susunan surah-surah dalam Alquran dimulai dari surah Al-Fatihah. Lalu setelahnya yaitu surah al-Baqarah yang merupakan salah satu dari tujuh surah yang paling panjang dalam Alquran.

Menariknya, di awal surah al-Baqarah ini Allah menjelaskan tentang tiga model manusia.

“Artinya bahwa sejak awal kita membaca Alquran kita sudah diharapkan memahami model-model manusia yang disebutkan ini,” kata Teuku Zulkhairi.

Baca juga: Simak, Doa Pagi Hari Sesuai Anjuran Rasulullah SAW, Beserta Waktu yang Tepat Membacanya

Baca juga: Bolehkah Mengerjakan Puasa Ganti atau Qadha di hari Jumat? Ini Penjelasan Ustad Abdul Somad

Pengurus Persatuan Guru Nahdhatul Ulama (Pergunu) Aceh ini mengatakan, pertama yaitu orang-orang yang bertaqwa (mukmin). Kedua, orang-orang kafir. Dan ketiga, orang-orang yang mengatakan diri beriman tapi Allah mengatakan mereka tidak beriman alias munafiq.

“Kafir dan munafiq ini adalah antitesa dari orang-orang mukmin. Jadi menarik untuk ditadabburi mengapa sejak di awal Alquran Allah langsung menjelaskan dua tipe manusia yang kontra dengan orang-orang beriman,” ungkapnya.

Dari ayat satu sampai lima surah al-Baqarah, Allah SWT  menceritakan (sebagian dari) karakteristik orang-orang yang bertaqwa, yaitu beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, membayar zakat dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad serta kepada Nabi-nabi sebelumnya.

Orang-orang yang bertaqwa ini akan selamat dan memperoleh tempat kembali terbaik (syurga).

Lalu setelahnya, Allah memberikan gambaran yang jelas tentang karakteristik orang-orang kafir. Mereka justru memusuhi orang-orang beriman ketika kebenaran disampaikan kepada mereka.

Baca juga: Khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek: Berbanggalah Menjadi Umat Islam

“Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir itu sama saja bagi mereka apakah diberi peringatan tentang Islam atau tidak, maka sama saja mereka tidak akan beriman (kecuali orang-orang yang Allah beri hidayah kepada mereka),” kata penulis buku Syari’at Islam Membangun Peradaban ini.

Mengapa demikian? Sebab, Allah telah menutup hati-hati mereka dari hidayah, menutup pendengaran mereka sehingga tidak bisa mendengar kebenaran.

Allah juga menutup penglihatan mereka sehingga tidak bisa lagi melihat kebenaran walaupun kebenaran itu telah sangat jelas dan terang benderang di hadapan mereka.

Selanjutnya, setelah menceritakan tabi’at orang kafir, Allah juga berbicara tentang karakteristik orang-orang munafiq.

“Allah mengatakan bahwa meskipun mereka mengatakan beriman di hadapan orang-orang mukmin, tapi sesungguhnya mereka tidaklah beriman. Disini Allah memberikan gambaran tentang “muka dua” orang-orang munafiq ini sehingga posisinya bagi umat Islam adalah “musuh dalam selimut”,” jelas Teuku Zulkhairi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved