Rabu, 6 Mei 2026

Risma dan Hendrar Masuk Bursa Calon Gubernur DKI dari PDIP

Kata Hasto, PDIP punya banyak calon untuk menjadi penerus Anies Baswedan pada tahun 2024 mendatang.

Tayang:
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Menteri Sosial Tri Rismaharini yang juga kader PDIP saat menyambangi Kantor DPD PDIP Aceh di Banda Aceh, Rabu (1/9/2021) 

"Kalau Mas Gibran kan satu periode belum sehingga Mas Gibran harus menunjukkan kualitas kepemimpinannya dalam mengubah Kota Surakarta," ujarnya.

Hasto menyebut Gibran sebagai Wali Kota Solo juga harus membuktikan kepemimpinan yang ideologis dan mengedepankan kultur Nusantara agar dia masuk pertimbangan partai sebagai cagub DKI.

Putra Presiden Jokowi itu juga dinilai harus mampu membawa perubahan secara sistemik di Kota Solo.

Hasto menyebut belum mengadakan pertemuan dengan kandidat yang akan maju di kontestasi Pilgub DKI 2024.

Namun PDIP telah memberi mandat kepada mantan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat untuk merumuskan skala prioritas dan menakar persoalan di Ibu Kota.

"Belum, belum ada, tetapi karena kita juga Pak Djarot misalnya, itu punya pengalaman sebagai gubernur Jakarta, tentu saja Pak Djarot juga ditugaskan untuk ikut merumuskan skala prioritas buat Jakarta itu seperti apa, ini yang ingin dilakukan oleh PDI Perjuangan," kata Hasto.

"Kemudian Pak Djarot kan punya pengalaman-pengalaman di dalam me-manage Jakarta, sehingga tahu akar persoalan di Jakarta itu seperti apa," imbuhnya.

Hasto mengatakan Djarot juga diberi tugas merancang apa saja yang bisa dilakukan agar warga Jakarta bisa bahagia. Jangan sampai, kata Hasto, ikon mengenai Jakarta hanya fokus pada gedung-gedung mewah pencakar langit.

"Maka Pak Djarot juga ditugaskan untuk merancang bagaimana Jakarta ke depan agar kehidupan di Jakarta itu betul-betul menjadi bagian dari kebanggaan kita, bukan karena gedung-gedung megahnya, tetapi ada hal yang lebih hakiki dari itu, tentang kebahagiaan warganya, tentang lingkungannya yang indah dan asri, tentang kebudayaan itulah yang akan ditonjolkan oleh PDI Perjuangan," tuturnya.

Hasto menekankan bahwa Pilkada 2024 akan diserahkan pada rakyat sebagai pemilih. Sebagai salah satu partai politik, PDI-P hanya mampu memberikan sejumlah tawaran tokoh-tokoh kader partainya yang layak menjadi calon pemimpin di Ibu Kota negara tersebut.

Baca juga: MAXstream Rilis ‘Merindu Cahaya de Amstel’

Baca juga: Kepemimpinan Indonesia di G20 dan ASEAN Harus Dimanfaatkan untuk Pemulihan Ekonomi

"Pilkada merupakan momentum di mana rakyat memberikan kepercayaan kepada calon pemimpin. PDI-P punya calon-calon pemimpin yang cukup banyak untuk bisa dicalonkan di DKI Jakarta," kata dia.

PDI-P sendiri saat ini terus melakukan konsolidasi internal di tingkat daerah hingga pusat. Menurutnya, seperti halnya nama capres dan cawapres, nama-nama calon yang akan diusung dalam Pilkada 2024 juga akan diputuskan langsung oleh Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Kami terus membangun organisasi. Memperkuat agar mesin politik partai dari pusat sampai RT, dapat bekerja maksimal, sehingga Ibu Megawati akan memutuskan siapa calon presiden dan wakil presiden, kami siap," sebutnya. "Bu Mega yang secara konstitusional itu memiliki kewenangan untuk menetapkan," imbuh dia.

Untuk Pilpres sendiri, salah satu kader PDIP yang digadang-gadang maju dalam Pilpres yakni Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Terlebih Ganjar memiliki elektabilitas tinggi dalam berbagai survei terakhir. Hasto pun mengapresiasi kepercayaan rakyat kepada Ganjar.

Namun, ia mengingatkan bahwa menjadi presiden tidak cukup hanya berdasarkan survei. Perlu kemampuan teknokratis dan semangat kepemimpinan tinggi bagi seorang capres.

"Diperlukan pemahaman terhadap kebudayaan, sehingga bukan elektoral semata," ujar Hasto.(tribun network/riz/dod)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved