Breaking News:

Kajian Islam

Enam Bulan Ditinggal Suami tanpa Kabar, Bagaimana Status Pernikahannya? Ini Kata Buya Yahya

Seorang istri ditinggal suaminya selama 6 bulan tanpa meninggalkan kabar apapun, sahkah status pernikahannya dianggap sudah sah bercerai?

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Safriadi Syahbuddin
FACEBOOK/BUYA YAHYA
Buya Yahya menjawab tentang status istri yang ditinggalkan oleh suami selama enam bulan tanpa kabar. 

SERAMBINEWS.COM - Agama Islam telah mengatur berbagai hal dalam kehidupan kita dengan rinci dan detail, termasuk hukum dalam pernikahan.

Lalu bagaimana jika ada seorang istri ditinggal suaminya selama enam bulan lamanya tanpa meninggalkan kabar apapun hingga menyisakan putus asa dalam penantian si istri?

Dalam hal ini, bagaimanakah status pernikahannya? Apakah pernikahan sudah dianggap cerai dengan sendirinya? Dan apakah wanita tersebut bisa menikah lagi?

Awalnya seorang jamaah wanita bertanya kepada Buya Yahya soal hukum status pernikahan yang apabila sang suami meninggalkan istri tanpa kabar selama enam bulan.

"Ustadz, saya seorang ibu dengan dua orang anak. Sudah setengah tahun lamanya suami saya pergi tanpa meninggalkan kabar apapun.

Hingga terkadang saya putus asa dalam penantian. Bagaimana hukum pernikahan saya? Apakah cerai dengan sendirinya atau bagaimana? Apakah saya bisa menikah lagi? Terimakasih," demikian tanya wanita tersebut.

Baca juga: Apa Hukumnya Istri Keluar Rumah Tanpa Izin Suami? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut Ini

Baca juga: Tak Hanya Percantik Penampilan, Inilah Resep Agar Suami Tambah Cinta Menurut Buya Yahya

Baca juga: Bagaimana Sikap Wanita Jika Dilamar Pria yang Kurang Baik Agamanya? Begini Kata Buya Yahya

Untuk persoalan ini, Buya yahya menjawab sekaligus memberikan nasihat kepada siapapun yang mengalami hal serupa dengan perumpamaan kasus di atas.

Kata Buya Yahya seperti dikutip Serambinews.com dari laman resmi buyayahya.org, Jumat (14/1/2022), apabila seorang istri ditinggalkan suami seberapa lama pun jika suami belum menjatuhkan cerai makan tidak akan terceraikan.

"Ketahuilah bahwa seorang istri yang ditinggalkan suami seberapa lama pun jika sang suami belum menjatuhkan cerai maka tidak akan terceraikan. Maka ibu tetap menjadi istri yang sah bagi suami ibu," kata Buya Yahya.

Buya Yahya melanjutkan, adapun jika ketidaksabaran seorang istri yang ditinggal suami dalam penantian, istri tetap tidak bisa menceraikan dengan sepihak.

Akan tetapi sang istri harus mengangkat permasalahan tersebut kepada hakim atau pengadilan agama agar dapat diputuskan sesuai hukum.

"Adapun jika ketidaksabaran ibu dalam penantian, ibu tidak bisa menceraikan ibu dengan diri sendiri. Akan tetapi ibu harus mengangkat permasalahan ibu ke hakim (Pengadilan Agama)," sambung Buya Yahya.

"Jika hakim telah melihat dan mempelajari permasalahan sudah memenuhi ketentuan syariat untuk dicerai maka hakim bisa menjatuhkan cerai atas ibu. Setelah tercerai dan masa iddah berakhir ibu baru bisa menikah dengan lelaki yang lain. Wallahu a’lam bish-shawab," pungkasnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Baca juga berita lainnya

Baca juga: Hakim Bebaskan Dua Terdakwa Korupsi Pejabat Dinas Pengairan Aceh, Negara Rugi Rp 400 Juta

Baca juga: Tobat saat Lihat Ayah Salat Tahajud, Artis Tionghoa Ini Putuskan Mualaf, Ini Kisahnya

Baca juga: Kebijakan Privasi WhatsApp Terbaru, Status Last Seen dan Online Dihilangkan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved