Breaking News:

Berita Pidie

Talud Roboh, Warga Gampong Baro Gotong Royong Bangun Penahan Banjir, Anggota DPRK Prihatin

Pasalnya talud penahan air di tebing sungai sudah roboh, maka luapan air sungai bisa masuk ke rumah penduduk setempat.

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
Dok warga
Masyarakat Kampung Baro, Pidie menyusun tanah pasir di dalam karung mencegah longsor dan air sungai meluap ke permukiman penduduk setempat, Kamis (13/1/2021). 

Pasalnya talud penahan air di tebing sungai sudah roboh, maka luapan air sungai bisa masuk ke rumah penduduk setempat.

Laporan Nur Nihayati | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Masyarakat Gampong Baro, Pidie melakukan gotong royong membangun penahan banjir di tepi sungai Krueng Baro yang mengancam permukiman mereka, Rabu (13/1/2021).

Anggota DPRK Pidie, Cut Nur Azizah yang sempat melihat kondisi masyarakat itu sangat prihatin dna minta pemerintah segera mengatasi.

Pasalnya talud penahan air di tebing sungai sudah roboh, maka luapan air sungai bisa masuk ke rumah penduduk setempat.

Akibatnya pada Rabu dini hari itu membuat masyarakat takut dna resah karena curah hujan pun tinggi. Masyarakat khawatir banjir akibat meluap air sungai.

"Kondisi tebing sungai di Gampong Baro, Pidie terancam longsor. Apalagi intensitas curah hujan cukup tinggi bisa mengakibatkan banjir dan longsor," kata Cut Nur Azizah yang juga politisi Partai Demokrat.

Cut Nur Azizah, anggota DPRK Pidie
Cut Nur Azizah, anggota DPRK Pidie (SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYTI)

Dia menyarankan supaya pemerintah setempat serius mengatasi masalah ini agar dibuat penahan tebing yang maksimal sehingga menjaga luapan air tidak sampai melebar ke rumah penduduk.

Diperkirakan ada sepanjang 20 meter kondisi talud jebol sehingga mengancam masyarakat manakala hujan dan bisa mengakibatkan banjir.

Gotong royong

Keuchik Gampong Baro, Pidie, Murzanni, Kamis (14/1/2022) mengakui, masyarakatnya telah melakukan gotong royong secara swadaya melakukan penahan darurat banjir.

"Kami bergotong royong guna mengatasi talud sudah jebol. Air sungai bisa langsung masuk ke rumah jika hujan terus menerus," ujarnya.

Mereka bergotong royong mengatasi secara darurat membuat barisan tanah dan pasir diisi dalam karung lalu disusun di tepi sungai.

Kemudian juga dibuat penahannya juga menggunakan bambu. Sehingga bisa membantu mengatasi sementara jika curah hujan tinggi dan mencegah luapan sungai.

Sebetulnya perihal ini sudah disampaikan ke pihak Kecamatan setempat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved