Breaking News:

Berita Simeulue

Harga TBS Sawit di Salang Simeulue Anjlok Dampak Jembatan Lalla Putus, Segini Harganya Sekarang

Dampak putusnya jembatan di Desa Lalla, Kecamatan Salang, Simeulue membuat petani kelapa sawit di kawasan itu kesulitan.

Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Tandan buah segar (TBS) sawit yang baru dipanen tidak bisa diangkut dengan mobil karena jembatan Lalla, Kecamatan Salang, Simeulue putus dihantam banjir beberapa waktu lalu, Rabu (15/1/2022). 

Laporan Sari Muliyasno | Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG – Dampak putusnya jembatan di Desa Lalla, Kecamatan Salang, Simeulue membuat petani kelapa sawit di kawasan itu kesulitan.

Para petani harus menerima kenyataan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit anjlok dampak mobil pengangkut tidak bisa menjangkau kebun mereka.

Pasalnya, setelah jembatan putus akibat banjir, mobil pengangkut buah sawit tidak lagi masuk di kawasan itu yang menyebabkan para petani menelan kerugian. 

"Kemarin buah sawit yang baru dipanen harus dilansir dengan rakit dan perahu ke seberang jembatan," ungkap petani sawit.

"Karena mobil pengangkut sawit tidak bisa lagi lewat pasca jembatan putus dihantam banjir," ujar Awalul, petani sawit kepada Serambinews.com,  Sabtu (15/1/2022).

Efek dari TBS sawit harus dilansir itu, menyebabkan harga jual pun menjadi Rp 1.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp 1.900 sampai Rp 2.000 per kilogram.

Baca juga: Simeulue Kirim Petani Sawit ke Tamiang untuk Dalami Teknis Pengerjaan Peremajaan Sawit Rakyat

"Petani tidak ada pilihan lain, daripada buah sawit busuk akhirnya dilansir untuk mencapai ke mobil pengangkut di seberang sungai," paparnya.

Ia menambahkan, ada sekitar tujuh desa di kawasan itu yang warganya memiliki lahan perkebunan sawit.

Kebun sawit itu selama ini menjadi harapan pendapatan petani di saat masa pandemi Covid-19, terlebih lagi membaiknya harga jual TBS sawit ini.

"Harapan petani semoga jembatan bisa dapat ditangani dan mobil pengangkut sawit bisa masuk seperti sebelumnya," ungkap Awalul mewakili petani sawit setempat.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved