Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Berita Lhokseumawe

8 Perempuan Rohingya Kabur, Polda Aceh Selidiki Keterlibatan Sindikat Perdagangan Manusia

Sebanyak 8 imigran Rohingya dikabarkan kabur dari tempat penampungan di Shelter BLK Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe,

Penulis: Subur Dani | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Imigran Rohingya di tempat penampungan Shelter BLK Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Selasa (18/1/2022) 

Mereka mengaku ditelpon oleh seseorang bernama "Udin" dan meminta untuk menjemput penumpang yang berada di Lhokseumawe dengan tarif Rp2 juta.

Setelah menerima transfer di muka sebesar Rp800 ribu, sambung Winardy, ke duanya berangkat ke Lhokseumawe untuk menjemput target dengan tujuan lokasi yang dikirimkan melalui google map tepat di samping shelter BLK Kandang.

Kemudian, warga yang curiga dengan keberadaan mobil Toyota Inova BK 1776 JT warna hitam yang mereka gunakan.

Baca juga: Amankan Piala Dunia di Qatar, Turki Siap Kirim 3.250 Petugas Keamanan, 100 Orang Pasukan Khusus

Ke duanya pun dibawa ke dalam shelter BLK, yang selanjutnya diamankan petugas ke Polres Lhokseumawe.

Dari hasil pemeriksaan sementara, mereka mengaku tidak tau siapa yang akan dijemput.

Karena yang menyuruhnya (Udin) tidak memberi tau dan Udin pun tidak jelas keberadaannya.

Namun demikian, kata Winardy, polisi akan mendalami dugaan adanya keterlibatan sindikat TPPO terkait kaburnya 8 Imigran Rohingya. Karena, modus ini sudah sering digunakan para pelaku.

"Kita akan mencari alat bukti, sejauh mana keterlibatan AF dan RAH. Bila terbukti, maka akan dijerat dengan UU TPPO," ujar Winardy.(*)

Baca juga: 5.000 Orang Kehilangan Rumah, Kamp Pengungsi Rohingya Kembali Terbakar

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved