Berita Aceh Besar
Gubernur Resmikan Jalan Balu-Lapeng, Jalan Baru Membuka Keterisoliran 148 Jiwa di Pulo Aceh
Beberapa tahun lalu, bagi warga Lapeng di Kecamatan Pulo Aceh, untuk bisa mencapai kampung lain hanya tersedia dua jalur, naik boat membelah laut
"Kami akan terus melanjutkan pembangunan di Pulo Aceh untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dari Pulau Weh," tegas Gubernur.
Nova juga menyampaikan, setelah nanti semua jalan di Pulo Aceh terhubung, yang akan dilakukan pemerintah selanjutnya adalah mengembangkan sektor pertanian, perikanan hingga pariwisata, termasuk juga mendatangkan industri.
Sementara Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnain mengatakan, sebelum jalan Balu-Lapeng ini dibangun, masyarakat tidak memiliki jalan yang memadai.
Sehingga untuk transportasi di pulau yang sama, mereka menggunakan jalur laut.
Kini, setelah jalan ini dibangun, aktivitas masyarakat sangat terbantu.
Ia berharap pembangunan jalan itu memudahkan akses masyarakat dan memicu pertumbuhan ekonomi.
Selain membangun jalan Balu-Lapeng, BPKS juga membangun jalan Blang Situngkoh-Lampuyang, kemudian peningkatan jalan Lamteng-Deudap di Pulau Nasi, dan terakhir melakukan peningkatan jalan Alue Raya sepanjang 300 meter.
Pada tahun 2022 ini, BPKS juga akan membangun jalan Lamteng sepanjang 2 kilometer.
Untuk diketahui, Lapeng merupakan desa terpencil di timur Pulo Aceh yang memiliki 148 jiwa dari 56 kepala keluarga.
Selama ini, untuk menuju ke desa lain di pulau tersebut, warganya harus menggunakan transportasi laut, dikarenakan belum adanya akses jalan.
Baca juga: Gubernur Aceh Resmikan Jalan Balu-Lapeng Pulo Aceh, Buka Keterisoliran 114 Jiwa
"Sekarang anak-anak di desa kami sering kecelakaan, suka balap-balap honda (sepeda motor) selama jalan sudah mulus, makanya ini jalannya juga sudah kami peusijuek," ujar M Dahlan (63), Tuhan Peut Gampong Lapeng.
Ia pun gamang, antara senang jalan karena ke desanya sudah ada jalan beraspal, atau susah karena anak-anak suka membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Seiring dengan adanya jalan penghubung, Keuchik Lapeng, Muhammad, menuturkan bahwa sekarang sudah ada mobil masuk ke desa mereka untuk mengambil hasil pertanian berupa cabai dan cengkeh.
Ia berharap jalan itu akan meningkatkan kondisi kampung mereka.
“Petani tak ragu membuka lahan luas, karena hasil tani mudah diangkut,” imbuhnya.(muhammad nasir)
Baca juga: Kunjungi Mercusuar Pulo Aceh, Abiya Jeunieb Doakan Para Syuhada
Baca juga: Baitul Mal Aceh Bantu 38 Guru Bakti Pulo Aceh, Total Bantuan Rp114 Juta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/i-sekda-aceh-taqwallah-dan-kepala-bpks.jpg)