Selasa, 2 Juni 2026

Berita Aceh Tengah

Miris, Jalan Lukup Sabun Barat Aceh Tengah Putus Total, Warga Langsir Hasil Pertanian Pakai Sepmor

Kerusakan jalan tersebut sudah sejak tahun 2019 dan kini di salah satu titik kondisinya sudah putus total.

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Kondisi jalan di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, kini sudah putus total. Foto direkam, Rabu (26/1/2022) 

Kerusakan jalan tersebut sudah sejak tahun 2019 dan kini di salah satu titik kondisinya sudah putus total.

Laporan Budi Fatria | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Warga Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah, sudah beberapa bulan ini harus melangsir hasil pertanian pakai sepmor menuju pusat kota.

Pasalnya, jalan utama di kampung itu kini kondisinya rusak parah di beberapa titik sepanjang kurang lebih 1 Km.

Kerusakan jalan tersebut sudah sejak tahun 2019 dan kini di salah satu titik kondisinya sudah putus total.

Berdasarkan data dihimpun Serambinews.com, kerusakan jalan tersebut akibat derasnya aliran air pada musim penghujan.

Akibatnya beberapa titik badan jalan amblas dengan kedalaman mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Diketahui, jalan ini merupakan akses utama bagi dua desa di kecamatan setempat dan juga sebagai jalur alternatif bagi masyarakat menuju Kabupaten Bener Meriah.

Mirisnya, masyarakat di sana sudah beberapa bulan ini terpaksa harus memarkirkan mobil di rumah-rumah mereka karena tidak bisa dilintasi lagi.

Hanya saja kendaraan roda dua yang bisa melintas, namun di lokasi jalan putus itu, mereka harus melintas melewati perkarangan rumah-rumah warga.

Kepala Desa Lukup Sabun Barat, Hamdan Juhri, kepada wartawan, Rabu (26/1/2022) menyampaikan, kerusakan jalan itu sudah sejak tahun 2019 dan parahnya pada tahun 2022 ini.

“Kami dari pemerintah desa sudah berulang kali memohon kepada pihak terkait untuk melakukan perbaikan jalan yang sudah rusak paran ini,” ungkapnya.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama bagi warganya yang mayoritas berprofesi sebagai petani kopi.

“Jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat kita untuk beraktivitas membawa hasil perkebunan,” jelasnya.

Lanjutnya, akibat putusnya jalan tersebut, warga terpaksa harus melansir hasil pertanian menggunakan sepeda motor untuk menuju ke pusat kota.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved