Suara Parlemen
HRD Minta Menhub Percepat Pengesahan Master Plan Perluasan Bandara Malikussaleh
"Perluasan Bandara Malikussaleh juga tindak lanjut dari permintaan masyarakat Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe dan sekitarnya, karena aktivitas...
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Nurul Hayati
"Perluasan Bandara Malikussaleh juga tindak lanjut dari permintaan masyarakat Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe dan sekitarnya, karena aktivitas penerbangan di Bandara Malikussaleh terus meningkat, sehingga butuh penambahan landasan atau run way dan terminal, agar bisa mendarat pesawat yang lebih besar," kata HRD.
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM,JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Daerah Pilihan Aceh II, H Ruslan M Daud, SE (HRD), minta Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia, Ir Budi Karya Sumadi agar menyegerakan penetapan rencana Induk perluasan Bandara Malikussaleh Aceh Utara.
Hal tersebut disampaikan HRD, dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada masa persidangan III tahun sidang 2021/2022 dengan agenda Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun 2021 dan Membahas Program Kerja Tahun 2022, di Ruang Sidang Komplek Gedung DPR RI Senayan, Rabu (26/1/2022).
Dalam kesempatan tersebut, HRD mengatakan, percepatan pengesahan master plan perluasan Bandara Malikussaleh merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja sejumlah anggota Komisi V DPR RI ke Bandara Malikussaleh bulan lalu.
"Perluasan Bandara Malikussaleh juga tindak lanjut dari permintaan masyarakat Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe dan sekitarnya, karena aktivitas penerbangan di Bandara Malikussaleh terus meningkat, sehingga butuh penambahan landasan atau run way dan terminal, agar bisa mendarat pesawat yang lebih besar," kata HRD.
Politisi PKB asal Bireuen itu mengharapkan, rencana perluasan run way dan pembangunan terminal baru bisa segera direalisasikan, sehingga aktivitas di Bandara Malikussaleh bisa terus berkembang.
Sebelumnya, HRD juga sudah meminta Kemenhub perpanjang landasan pacu Bandara Malikussaleh dalam pertemuan Kunker Komisi V di Ruang Pertemuan Bandara Malikussaleh (20/12/2021) lalu.
Baca juga: Tak Ada Penerbangan di Bandara Malikuusaleh Aceh Utara Selama 12 Hari, Ini Sebabnya
Dikatakan H Ruslan, landasan pacu atau run way Bandara Malikussaleh saat ini baru ada 1.850M2 x 30 M2, sehingga hanya bisa dilintasi pesawat berbadan kecil.
"Bandara Malikussaleh saat ini semakin ramai atau aktivitas penerbangannya makin ramai, sehingga butuh tambahan run way agar bisa mendarat pesawat yang lebih besar," sebut HRD.
Menurut H Ruslan, dari panjang run way saat ini 1.850M2 x 30 M2, harus ditambah lagi landasan pacunya menjadi 2.250 M2 x 45 M2, agar bisa mendarat pesawat yang lebih besar.
"Seiring semakin padatnya penerbangan atau melonjaknya penumpang di Bandara Malikussaleh, sudah seharusnya run way diperpajang," pinta Ruslan.
Selain penambahan landasan pacu, HRD juga meminta Kemenhub untuk perluasan gedung terminal penumpang, pelebaran Taxi way, dan apron Bandara Malikussaleh.(*)
Baca juga: Celaning Service Bandara Kualanamu Temukan Perhiasan Emas di Toilet, Segini Harganya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/h-ruslan-m-daud-se-hrd.jpg)