Feature
Melihat Bangunan Sisa Kejayaan Singkil di Pelabuhan Kuala Gabi
Pada masanya, pelabuhan di kawasan Kuala Gabi merupakan tempat ke luar masuk kapal pembawa CPO, kayu serta hasil bumi Aceh Singkil untuk dikirim ke...
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Pada masanya, pelabuhan di kawasan Kuala Gabi merupakan tempat ke luar masuk kapal pembawa CPO, kayu serta hasil bumi Aceh Singkil untuk dikirim ke luar negeri.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Siang itu laju perahu kayu membelah hamparan air payau di Jembatan Tinggi Pulo Sarok, Singkil, Aceh Singkil.
Sejurus kemudian, tangki berukuran besar terlihat menonjol dibanding sisa bangunan lain yang ada di kawasan itu.
Tangki tersebut merupakan tempat penyimpanan crude palm oil (CPO) yang disebut warga milik perusahaan PT Socfindo.
Di dekatnya, bangunan tembok yang tinggal puing merupakan bekas perkantoran perusahan asing tersebut.
Perahu terus melaju hingga sampailah di mulut muara Kuala Gabi, tempat ke luar masuk kapal tradisional.
Di sana terdapat dermaga yang telah putus dengan daratan.
Baca juga: Muara Kuala Gabi Pulau Sarok Dangkal, Kapal Tradisional Singkil - Pulau Banyak Kesulitan Berlayar
Berjarak ratusan meter menghadap ke dermaga, terlihat tiang beton dari sisa bangunan tempo dulu masih berdiri kokoh.
Pada masanya, pelabuhan di kawasan Kuala Gabi merupakan tempat ke luar masuk kapal pembawa CPO, kayu serta hasil bumi Aceh Singkil untuk dikirim ke luar negeri.
Namun bencana gempa bumi Aceh-Nias yang disusul tsunami pada 28 Meret 2005 menghancurkannya.
Kabupaten Aceh Singkil, turut merasakan imbas gempa tsunami Aceh 26 Desember 2004.
Akan tetapi, dampak terbesar dirasakan Kabupaten itu ketika terjadi gempa Aceh-Nias 28 Maret 2005.
Salah satunya hancurnya pelabuhan di kawasan Kuala Gabi.
Belakangan, di kawasan itu telah dibangun pelabuhan baru yang dikenal masyarakat sebagai pelabuhan Aceh Singkil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sisa-bangunan-dermaga-yang-rusak-akibat-gempa-tsunami-aceh-nias-28-maret-2005.jpg)