Breaking News:

Internasional

Militer Israel Lucuti Dua Perwira, Terlibat Kematian Pria Lansia Palestina-Amerika Serikat

Militer Israel pada Selasa (1/2/2022) melucuti dua perwira komando dan menegur yang ketiga. Hal itu menyusul kematian seorang pria lanjut usia

Editor: M Nur Pakar
HAZEM BADER /AFP
Tentara Israel menyeret perempuan Palestina yang memprotes pembongkaran rumah mereka di Kota Hebron, Tepi Barat, Selasa (28/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Militer Israel pada Selasa (1/2/2022) melucuti dua perwira komando dan menegur yang ketiga.

Hal itu menyusul kematian seorang pria lanjut usia (lansia) Palestina- Amerika Serikat (AS) yang ditahan selama operasi keamanan di Tepi Barat, Palestina.

Tentara mengatakan kematian Omar Assad pada 12 Januari 2022 sebagai akibat dari kegagalan moral dan pengambilan keputusan yang buruk.

Kematian Assad telah memicu seruan untuk penyelidikan dari Departemen Luar Negeri AS dan dari anggota Kongres dari Wisconsin.

Tempat Assad sebelumnya tinggal selama beberapa dekade, Milwaukee Journal Sentinel melaporkan.

Assad tewas setelah pasukan menahannya dalam operasi keamanan larut malam di desa Jiljilya, utara Ramallah.

Tentara mengatakan Assad tidak memiliki identitas dan menolak bekerja sama.

Baca juga: Indonesia Kecam Israel yang Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarrah

Tentara mengikat tangannya dan menyumbatnya serta membawanya ke gedung terdekat bersama tiga tahanan lainnya.

Ketika tentara membebaskan mereka, tentara mengira Assad sedang tertidur dan meninggalkannya.

Sebuah post-mortem menemukan dia meninggal karena serangan jantung yang disebabkan oleh stres, akibat penahanannya oleh tentara Israel, kantor berita Palestina Wafa melaporkan.

"Penyelidikan menyimpulkan bahwa insiden itu sebagai insiden serius, akibat kegagalan moral dan pengambilan keputusan yang buruk," kata militer Israel.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan:

“Membiarkan Assad sendirian dan tanpa memeriksa kondisinya sebagai tindakan ceroboh yang bertentangan dengan nilai-nilai Angkatan Pertahanan Israel.

"Pada intinya, persyaratan untuk melindungi dan kesucian setiap kehidupan manusia harus dijaga.”

Baca juga: Komite Lokal Israel Setujui Pembangunan 3.500 Rumah Pemukim Yahudi di Jerusalem Timur

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved