PNA Masih Berkisruh, Curhat Darwati Setelah Ketemu Irwandi Yusuf di Lapas Sukamiskin
Ketua Umum PNA hasil Kongres 2017 Irwandi Yusuf mengaku prihatin dengan kondisi PNA saat ini yang masih berkisruh
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
PNA Masih Berkisruh, Curhat Darwati Setelah Ketemu Irwandi Yusuf di Lapas Sukamiskin
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Umum PNA hasil Kongres 2017 Irwandi Yusuf mengaku prihatin dengan kondisi PNA saat ini yang masih berkisruh.
Rasa prihatin itu disampaikan Irwandi kepada istrinya, Darwati A Gani saat berkunjung ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/2/2022).
"Sebenarnya saya tidak ingin bercerita banyak tentang suami saya dalam penjara. Sulit untuk menjumpai beliau disana. Beliaupun tidak banyak bicara," kata Darwati yang menceritakan ulang pernyataan Irwandi ke Serambi, Rabu (3/2/2022).
"Namun, berikut ini adalah kesan-kesan yang dapat saya ambil dari buah pikiran beliau tentang konflik yang mewarnai PNA selama ini," ungkap Darwati yang juga anggota DPRA ini
Baca juga: VIDEO - Massa PNA Kubu Tiyong Geruduk Kemenkumham Aceh
Tanggapan itu disampaikan setelah terjadinya aksi dari massa PNA kubu Samsul Bahri Ben Amiren alias Tiyong yang membubar paksa acara bimbingan teknis (bimtek) PNA kubu Irwandi yang digelar di Hotel Rasamala, Banda Aceh pada Sabtu (29/1/2022).
Berikut 'curhatan' Darwati A Gani yang menjabat Ketua VI PNA.
Mengenai konflik yang dimunculkan Sdr Samsul Bahri alias Tiyong sebenarnya telah dimulai semenjak awal, jauh sebelum ada gerakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang sudah berlangsung dua tahun yang lalu.
Bahkan benih-benih konflik telah ditanam oleh Sdr Tiyong dimulai semenjak pencalonannya sebagai Gubernur Aceh.
Waktu itu Sdr Tiyong telah mengajukan pengunduran diri berkali-kali dari Ketua Tim Pemenangan Cagub/Cawagub Aceh Irwandi Yusuf/Nova Iriansyah serta menggembok kantor yang membuat orang lain tidak bisa masuk. Tetapi pengunduran dirinya ditolak.
Kemudian setelah Irwandi Yusuf terpilih sebagai Gubernur Aceh dan Ketum PNA, Sdr Tiyong mengirim surat pengunduran diri sebagai Ketua Harian PNA. Tidak sekali, tapi tiga kali. Itu yang bikin suami saya (Irwandi) akhirnya mengabulkannya.
Baca juga: Meski Digeruduk Massa Tiyong, Darwati Klaim Acara Bimtek PNA Sukses
Tapi jauh sebelum itu sebelum ada PNA jilid 1, suami saya sebagai Gubernur Aceh periode pertama telah menyelamatkan Sdr Tiyong dari PAW DPRA dari Partai Aceh dan akhirnya dipecat dari Partai Aceh.
Setelah PNA jilid 1 terbentuk Sdr Tiyong pun mendapat jabatan tinggi dalam partai.
Waktu itu Ketua Umumnya diserahkan kepada Sdr Irwansyah (saat ini menjabat Ketua Majelis Tinggi PNA).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/salam-komando-irwandi-dan-darwati.jpg)