Jumat, 22 Mei 2026

Berita Pidie

Didor Saat Pintu Mobil Ditutup Kasus Penembakan Dantim BAIS Pidie

Komandan Tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Wilayah Pidie, Kapten Inf Abdul Majid ditembak saat mobil Toyota Fortuner warna Putih

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/MUHAMMAD NAZAR
Polres Pidie menggelar rekonstruksi ulang kasus pembunuhan Dantim BAIS Wilayah Pidie, Kapten Inf Abdul Majid, di Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie, Senin (31/1/2022). 

SIGLI - Komandan Tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Wilayah Pidie, Kapten Inf Abdul Majid ditembak saat mobil Toyota Fortuner warna Putih BL 1598 N ditutup oleh pelaku M (41) ketika melintasi jalan Lhok Krincong, Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti.

Senjata itu menyalak dari jarak sekitar enam meter dengan sekali tembakan menggunakan laras panjang.

Hal itu terungkap dalam rekontruksi ulang Senin (31/1/2022).

Reka ulang itu memperagakan 21 adegan yang langsung diperankan tiga tersangka.

Adalah D (48) sebagai pemilik senjata, M (41) orang yang dikenal dengan korban, dan F (42) selaku eksekutor.

Sementara korban Dantim BAIS TNI wilayah Pidie, Kapten Inf Abdul Majid dan rekan korban diperankan dua anggota Polres Pidie.

Rekonstruksi ulang itu disaksikan Kapolres Pidie, Padli SIK, Dandim 0102 Pidie, Letkol Arh Tengku Sony Sonatha, unsur Kejaksaan Pidie serta POM Iskandar Muda.

Pengawalan ketat menggunakan senjata laras panjang personel Polres Pidie dilakukan dalam rekonstruksi itu.

Baca juga: Terungkap! Pelaku Penembakan Dantim BAIS Pidie Hanya Sempat Lepaskan 1 Tembakan, Ini Penyebabnya

Baca juga: Polisi Rekonstruksi Kasus Penembakan Dantim BAIS Wilayah Pidie, Tiga Pelaku Peragakan 21 Adegan

Tim Inafis Polres Pidie memperagakan adegan dari satu hingga selesai.

Berdasarkan data diperoleh Serambi, Senin (1/31/2022), dari Polres Pidie bahwa adegan pertama menyusun rencana di kebun cabe di Kecamatan Sakti sekitar 7 adegan.

Kemudian, berpindah ke jalan Lhok Krincong, Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti.

Di gampong itu, diperagakan adegan pelaku inisial D bersama F dengan sepeda motor masuk ke kebun cokelat.

Sepmor itu dibawa D yang rekannya F duduk di belakang.

D membawa tas yang di dalamnya berisikan senjata ralas panjang.

Kedua tersangka turun dari sepmor bersembunyi di rimbunan pohon cokelat dan tumbuhan liar lainnya.

Saat bersembunyi itu senjata masih di dalam tas.

Baca juga: Pelaku Penembakan Pospol Panton Reu dan Dantim BAIS Ditangkap, Haji Uma Beri Apresiasi Begini

Baca juga: Penembak Dantim BAIS Dijerat Hukuman Mati

Dalam adegan itu diperagakan, tersangka D dan F lebih dahulu menunggu korban di kebun.

Senjata dikeluarkan D di dalam tas ketika ada perintah dari tersangka M.

Begitu juga, tersangka F memuntahkan timah panah saat pintu mobil ditutup M.

Sehingga, saat Toyota Fortuner warna Putih BL 1598 N dikemudikan Kapten Inf Abdul Majid bersama M dan rekan korban melintas di depan persembunyia dua tersangka di kebun cokelat Gampong Lhok Panah.

Mobil dibawa korban sangat pelan-pelan karena kondisi jalan rusak dan menurun.

Saat tersangka M duduk di jok belakang turun dari mobil tersebut.

Dalam waktu bersamaan senjata laras panjang menyalak.

Dalam adegan itu, F yang memegang senjata berdiri melepaskan tembakan yang mengenai pintu korban menyetir mobil.

Baca juga: Dantim BAIS Dieksekusi Tukang Cukur

Di pintu mobil ditemukan bekas lubang peluru.

Setelah melakukan eksekusi, F melarikan ke belakang mobil korban dan langsung menyerahkan senjata kepada D.

Selanjutnya, D memasukkan senjata ke dalam tas.

F bersama D melarikan diri ke perkampungan warga.

Sementara sepmor di dalam kebun cokelat diambil tersangka M.

Dalam adegan berikutnya, korban bersama rekannya di dalam mobil berusaha membawa mobil melalui jalan tersebut.

Namun, sekitar 300 meter dari lokasi tembakan, mobil Toyota Fortuner yang dibawa korban berhenti di dekat kebun warga.

Teman korban di dalam mobil turun dengan menyetop satu sepeda (sepmor) yang kebetulan melintasi di jalan tersebut.

Baca juga: Kasus Penembakan Dantim BAIS Pidie, Tukang Cukur Eksekusi Sang Kapten dengan SS1, Ini Kode Aksinya

Pengendaran sepmor itu bernama Syarwan bersama isterinya.

Rekan korban meminta Syarwan bersama isterinya membantu mengevakuasi korban untuk dinaikkan ke atas sepmor milik Syarwan.

Akhirnya rekan korban membawa sepmor.

Sementara korban duduk di tengah, yang dipegang Syarwan yang duduk di belakang.

Korban di bawa ke rumah sakit terdekat, dan kemudian dirujuk ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.

Masih Tahap Pertama

Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK, kepada Serambi, Selasa (1/2/2022) mengatakan, Polres sudah melakukan rekonstruksi ulang dengan menampilkan 21 adegan.

Mulai dari perencanaan hingga tersangka melakukan aksinya dengan memilih target, dan bantuan saksi membawa korban.

Baca juga: Penembakan Dantim BAIS di Pidie Hingga Korban Meninggal Bermotif Perampokan, Begini Kronologisnya

" Kita telah selesai melaksakan rekonstruksi ulang yang dengan melibatkan Polres Pidie, Kodim 0102 Pidie, Kejari Pidie dan POM Iskandar Muda," jelasnya.

Kapolres menyebutkan, kasus penembakan korban Dantim TNI Kapten Inf Abdul Majid tidak adanya perkembangan baru.

Artinya kronologis kejadian masih seperti pertama dirilis.

" Saat ini kasus tersebut masih pada tahap pemberkasan tahap pertama untuk menyerahkan berkas kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie," jelasnya.

Menurutnya, dengan selesai dilakukan rekonstruksi ulang maka akan lebih cepat untuk menyempurnakan BAP. (naz)

Baca juga: 3 Tersangka Penembak Dantim BAIS Pidie Ditangkap, Polisi Sita Senjata & Uang, Begini Peran Ketiganya

Baca juga: Pospol & Dantim BAIS Ditembak OTK, GeRAK Minta Polisi Buru Pelaku Teror, Yakin Eks GAM Tak Terlibat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved