Selasa, 12 Mei 2026

Berita Gayo Lues

Ternak Mati Mendadak di Galus Diduga Gegara Minum Obat Penderesan Getah Pinus, Dinas Lakukan Ini

Sebanyak 5 ekor sapi bali milik warga di dua desa dalam Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues (Galus) mati mendadak.

Tayang:
Penulis: Rasidan | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Ternak warga di dua desa di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Galus dilaporkan mati mendadak. Hal itu terjadi dalam empat hari terakhir ini di kecamatan tersebut. 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Sebanyak 5 ekor sapi bali milik warga di dua desa dalam Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues (Galus) mati mendadak.

Masyarakat menduga penyebab matinya sapi tersebut akibat minum obat penderasan getah pinus yang selama ini mulai marak dipasang di batang pohon pinus di kabupaten itu.

Hal ini disampaikan langsung oleh masyarakat selaku pemilik ternak kepada tim kesehatan hewan bersama Kabid Peternakan Galus saat melakukan investigasi dan mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium di Desa Pangur dan Rerebe, Rabu (2/2/2022).

Namun begitu, sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab mati mendadaknya hewan peliharaan warga di kecamatan itu yang mulai marak terjadi dalam kurun waktu empat hari terakhir ini.

Dari 5 lima ekor sapi bali yang mendadak mati, satu ekor sapi betina masih sempat dipotong oleh masyarakat bersama pemiliknya.

Pada bagian isi perut sapi tersebut mengalami rusak seperti warna jantung dan paru-paru sudah berubah warna.

Baca juga: Viral, Video Dua Sapi Mati dan Pohon Kelapa Patah Disambar Petir di Indrapuri

“Selain itu juga, lemak di bagian perut sapi itu juga berubah warna kuning tidak seperti lemak hewan ternak yang dipotong selama ini," sebut pemilik ternak didampingi sejumlah warga lainnya.

Warga menduga, penyebab matinya hewan peliharaan warga tersebut akibat obat penderes getah pinus.

Karena sebelumnya ada masyarakat mengaku sempat melihat hewan ternak warga itu minum obat penderes getah pinus yang berada dalam mangkuk (penampungan getah) yang dipasang  penderes di batang pohon pinus.

Secara terpisah, Kabid Perternakan Galus, Adnan kepada Serambinews.com, Rabu (2/2/2022), mengaku, penyebab mati mendadak hewan peliharaan masyarakat di dua desa di Kecamatan Dabun Gelang tersebut belum diketahui secara pasti.

“Meskipun masyarakat menduga penyebab hewan itu mati akibat obat penderasan getah pinus yang diminum hewan tersebut,” papar Adnan.

Pihaknya dari Dinas Peternakan Galus saat ini sudah mengambil sampel yang akan dilakukan uji laboratorium.

Baca juga: BKSDA Turunkan Tim ke Lapangan, Cek Kasus Sapi Mati Dimangsa Harimau di Perkebunan Sawit Indra Makmu

Selain itu juga dilakukan penyuntikan obat sebagai anti biotik terhadap ternak warga yang diduga sudah terkontaminasi atau memiliki gejala yang sama seperti hewan ternak yang dilaporkan masyarakat mati mendadak.

"Penyebab mati mendadak hewan peliharaan warga di kecamatan Dabun Gelang bukan wabah atau virus,” urai dia.

“Untuk saat ini masyarakat diimbau dan diminta agar jangan membiarkan ternaknya minum di sembarang tempat dan harus dikontrol atau dikandangkan untuk sementara waktu,” imbaunya.

“Ini penting sebelum diketahui penyebab mati mendadaknya hewan peliharaan masyarakat di kecamatan itu secara pasti,"sebut Adnan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved