Selasa, 14 April 2026

Internasional

Dewan Tertinggi Syiah Lebanon Tabal Sheikh Ali Al-Husseini Sebagai Ulama Piano

Dewan Tertinggi Syiah Lebanon menolak Sheikh Ali Al-Husseini sebagai ulama. Hal itu diputuskan, seusai dia memainkan beberapa nada keyboard dalam

Editor: M Nur Pakar
()
Cendekiawan Muslim Sayed Hussein Al-Husseini 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Dewan Tertinggi Syiah Lebanon menolak Sheikh Ali Al-Husseini sebagai ulama.

Hal itu diputuskan, seusai dia memainkan beberapa nada keyboard dalam program TV "Over 18" pada awal Februari 2022.

Selama program yang dipandu oleh saluran Al Jadeed, Al-Husseini mengatakan dia selalu disebut sebagai "ulama yang bermain piano."

Dia menegaskan dirinya telah belajar agama dan filsafat selama 23 tahun.

Al-Husseini membela seni dalam program tersebut dengan mengutip kisah-kisah dari Al-Qur'an untuk mendukung posisinya.

Program tersebut memicu reaksi beragam dari orang-orang Lebanon.

Baca juga: Pelayanan Tidak Memuaskan, Tentara Lebanon Bunuh Dokter Gigi dan Ditangkap

Beberapa mendorongnya untuk terus menantang stereotip seputar tokoh agama.

Lainnya, terutama tokoh agama Lebanon, mengambil sikap yang lebih kritis.

Otoritas pelaporan agama dewan mengeluarkan pernyataan yang menganggap Al-Husseini melekatkan Islam dengan sebuah budaya yang bertentangan dengan agama.

Pernyataan itu lebih lanjut menggambarkan Al-Husseini meniru seorang sarjana agama dan meminta orang-orang untuk menjauhinya.

Selama acara tersebut, Al-Husseini juga menolak menganggap suara seorang wanita sebagai cacat.

Dia menambahkan perkataan tersebut tidak disebutkan dalam Al-Qur'an maupun dalam Hadits.

Baca juga: Penjahat Berbahaya Merajalela di Lebanon, Penculik Tuntut Tebusan Sampai Rp 143 Miliar

Dia juga membela bintang musik Lebanon Fairuz, mengklaim semua lagunya sederhana dan tidak memancing godaan.

Ini bukan pertama kalinya Al-Husseini dipanggil oleh dewan Syiah karena memainkan musik.

Pada 2018, dia dikeluarkan dari seminari setelah video permainan pianonya, diposting secara online.

Dimana, menuai kritik dari kaum konservatif yang merasa itu adalah perilaku yang tidak bermartabat.

Saat itu, al-Husseini menerima kritik online dan mendengar beberapa pemimpin agama menganggap videonya sebagai penghinaan terhadap sorban.(*)

Baca juga: Pemimpin Lebanon Kutuk Pidato Anti-Arab Saudi oleh Pimpinan Hizbullah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved