Pandemi Covid 19
Kadiskes Aceh Minta Masyarakat Tetap Disiplin pada Protokol Kesehatan
Hanif mengatakan, untuk Selasa ini saja, tambahan kasus aktif covid 19 mencapai 87 orang.
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif meminta masyarakat untuk tetap disiplin terhadap protokol kesehatan dan tidak menaggalkan penggunaan masker dalam kegiatan sehari-hari dan jauhi keramaian.
“Seruan ini kami sampaikan karena jumlah kasus aktif covid di Aceh sampai, 8 Februari 2022 ini, terus meningkat dan sudah mencapai 175 orang,” kata dr Hanif kepada Serambinews.com, Selasa (8/2/2022) di Banda Aceh.
Hanif mengatakan, untuk Selasa ini saja, tambahan kasus aktif covid 19 mencapai 87 orang.
Paling banyak Kota Banda Aceh mencapai 73 orang, Pidie 3 orang, Aceh Besar 2 orang, Aceh Tamiang 2 orang, lainnya Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Utara, Bireuen, Nagan Raya dan Langsa, masing-masing 1 orang.
• Universitas Syiah Kuala Lantik 78 Lulusan Profesi Insinyur Baru
Dari tambahan 73 orang kasus baru covid 19 untuk Kota Banda Aceh, kata Hanif, satu orang, sudah masuk ICU dan dua orang dirawat pada ruang isolasi pinire RSUZA.
"Kenapa kita perlu mengingatkan kembali, masyarakat untuk tetap disiplin terhadap protokol kesehatan cegah covid 19, karena tambahan orang yang terpapar virus corona cukup banyak, pada bulan ini," ujarnya.
Salah satu contohnya, kata dia, laporan Laboratorium Penyakit Infeksi Universitas Syiah Kuala yang telah melakukan tes RT-qPCR pada tanggal 7 Februari 2022 kemarin kepada Dinas Kesehatan Aceh, melaporkan ada 61 orang mahasiswa yang tinggal di sebuah asrama mahasiswa, hasil tes RT-qPCR nya positif covid 19.
Hasil tes postif covid 19 sebanyak ada 61 orang mahasiswa yang tinggal di asrama itu, kata Hanif, membuktikan bahwa penularan virus corona varian baru seperti Omicron, cukup cepat di kalangan masyarakat.
• UIN Wisuda 1.853 Lulusan Dilaksanakan Secara Daring dan Luring
Rasa sakit virus corona varian baru itu, kata Hanif, memang tidak begitu berat, mungkin yang terkena, sudah divaksin dosis I dan II. Tapi, jika jumlah orang yang terpapar covid 19 varian baru sangat banyak dan cepat, lama kelamaan ketahan tubuh masyarakat yang sudah divaksin juga akan menurun, terutama yang ada penyakit bawaan dalam tubuhnya.
Misalnya sesak nafas, jantung, darah tinggi, darah rendah, darah manis dan lainnya.
Kota Banda Aceh, kata Hanif, angka vaksin masyarakatanya dosis I nya sudah mencapai 111,2 persen dan dosis II nya 77 persen, tapi tambahan kasus covid 19 baru nya bulan ini cukup banyak mencapai 73 orang. Kalau masyarakata lokal, tidak waspada dengan penyebaran virus corona varian baru itu, yang penyebaran penularan lebih cepat dan mudah, ketahan lingkungan masyarakat Kota Banda Aceh, lama kelamaan bisa menurun dan lemah.
Untuk itu, kata Hanif, cara mengatasinya, tegakkan disiplin protokol kesehatan, dan selalu gunakan masker, jaga jarak dan jauhi kerumunan banyak orang, serta rajin cuci tangan.
• Massa AMPK Geruduk Gedung DPRK Bireuen Tolak Pemaksaan Vaksinasi
Selanjutnya terus tingkatkan angka vaksin dosis I dan II, di setiap tingkatan masyarakat, mulai dari kelompok anak-anak, remaja, lansia maupun kelompok rentan dan masyarakat umum.
Hanif mengungkapkan, angka vaksin dosis I untuk kelompok anak masih rendah baru 42,3 persen per tanggal 7 Februari 2021 kemarin.
Para orang tua yang memiliki anak SD, MIN, SMP, dan MTSN, yang belum divaksin dosis I dan II, segera membawa anaknya untuk vaksin dosis I dan dosis II, secara bertahap. Angka vaksin dosis II anak-anak belum mencapai 1 persen, baru sebesra 0,3 persen, dari sasaranya 581.929 orang.
Kelompok remaja juga demikian, angka vaksin dosis II nya masih rendah baru 37,5 persen dari sasaran yang akan divaksin sebanyak 577.015 orang.
Masyarakat rentan dan umum juga, vaksin dosis II nya masih rendah baru 38,7 persen dari sasaran yang mau divaksin 2.577.792 orang. Sedangkan kelompok lansia vaksin dosis II nya juga masih rendah baru 28 persen, dari sasaran yang mau divaksin 339.125 orang.
Tim Satgas Vaksin Kabupaten/Kota, kata Hanif, kita serukan untuk terus meningkatkan kinerja pelaksanaan vaksinnya dosis I dan II nya yang masih rendah.
Untuk vaksin dosis I, angka rata-rata vaksin dosis I Aceh sudah mencpai 86,4 bpersen, tapi untuk vaksin dosis II, angka rata-ratanya masih sangat renfdah baru 39,6 persen.
Untuk itu, pelaksanaan vaksin di daerah perlu terus digenjot, untuk bisa mencapai angka diatasa 85 persen.
“Peningkatan kinerja vaksin sangat diperlukan, terutama bagi daerah yang angka vaksin dosis I nya masih rendah. Contohnya Aceh Barat, angka vaksin I nya terendah sebesar 77,6 persen, tempat kedua diduki Nagan Raya 78,2 persen dan ketiga Aceh Jaya 78,2 persen. Sedangkan Aceh Utara, yang sebelumnya berada pada peringkat 23, atau paling bawah, sudah naik kepada peringkat 19, berkat kerja keras Tim satgas Vaksin Kabupatennya, bersama Polisi dan TNI, Dinkes, RSUD, Puskesmas dan lainnya,” ujar Hanif.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-aceh-dr-hanif-usai-pertemuan-tertutup-dengan-panglima-tni-dan-kapolri.jpg)