Kamis, 9 April 2026

Internasional

Arab Saudi Deklarasikan 10 Februari Sebagai Hari Macan Tutul Arab

Kerajaan Arab Saudi menetapkan tanggal 10 Februari sebagai “Hari Macan Tutul Arab.” Hal itu dalam upaya meningkatkan kesadaran akan kucing besar yang

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Anak macan tutul Arab kembali lahir di Cagar Alam Sharaan di AlUla, Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi menetapkan tanggal 10 Februari sebagai “Hari Macan Tutul Arab.”

Hal itu dalam upaya meningkatkan kesadaran akan kucing besar yang terancam punah.

Langkah tersebut, yang diumumkan oleh Dewan Menteri bulan lalu menjadi bagian dari upaya Kerajaan untuk melindungi spesies, yang terancam dari kepunahan.

Macan tutul Arab merupakan pemangsa utama di Arab Saudi dan memainkan peran utama dalam budaya Kerajaan.

Tetapi perburuan yang berlebihan dan kurangnya mangsa alami, sekarang hanya tersisa kurang dari 200 ekor di alam liar.

Kementerian Pendidikan sangat ingin mendorong kaum muda untuk terlibat dengan skema baru.

Baca juga: Seekor Anak Macan Tutul Betina Lahir di Kebun Binatang Arab Saudi

Sebagai bentuk dukungan, para murdi TK Umum Kedua AlUla dan sekolah lain telah men-tweet gambar kucing besar bersama dengan pesan positif.

"Kami mencintai macan tutul Arab."

Pada Desember 2020, Pangeran Badr Bin Farhan, Menteri Kebudayaan dan Gubernur Komisi Kerajaan untuk AlUla, mendirikan Dana Global untuk Melindungi Macan Tutul Arab dari Kepunahan di Cagar Alam Sharaan.

Dengan tujuan mempertahankan populasi macan tutul dan mangsanya, serta melindungi habitat aslinya.

Dalam beberapa tahun terakhir, komisi dan Pusat Nasional untuk Satwa Liar telah mengerjakan sejumlah inisiatif untuk melindungi kucing besar itu.

Di antaranya, memperluas program pemuliaan di dalam cagar alam Sharaan.

Baca juga: Tersangka dan Barang Bukti Dibawa ke Jaksa, Ada Macan Tutul hingga Cenderawasih yang Sudah Diawetkan

Juga, tahun lalu, Putri Reema binti Bandar Al-Saud, duta besar Arab Saudi untuk AS, meluncurkan yayasan nirlaba Catmosphere.

Juga untuk meningkatkan kesadaran akan banyak spesies kucing yang terancam punah di seluruh dunia, termasuk macan tutul Arab.

Kerajaan juga bekerja sama dengan Panthera, yang dikhususkan untuk konservasi spesies kucing liar dunia.

Macan tutul Arab tinggal di pegunungan tinggi dan berasal dari Arab Saudi, Yaman, Oman, dan UEA.

Siapa pun yang ditemukan berburu hewan di Kerajaan menghadapi denda dan pelanggar berulang dihukum hingga 10 tahun penjara.(*)

Baca juga: Diduga Kelaparan, Macan Tutul Endus Makanan di Depan Rumah, Warga Ketakutan dan tak Berani Keluar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved