Selasa, 21 April 2026

Busana Muslim

Busana Muslim Karya Anak Aceh Tembus Pasar Asia Tenggara

Bentuk pemasaran dan promosi yang dilakukan, pihaknya menggunakan selebgram lokal di daerah tersebut untuk endorse sebagai media promosi.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/ Foto Florimia
Satu diantara produk dari Florimia yang pemasarannya ke Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura hingga Taiwan. 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Busana muslim asal Aceh dengan brand Florimia kini semakin diminati oleh peminat fashion di Asia Tenggara, terutama dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura hingga Taiwan.

“Namun yang paling rutin pengiriman baju dari brand Florimia yaitu ke Malaysia berupa dress atau tunic yang biasa digunakan untuk acara formal atau festive,” kata Owner Florimia, Nelva Amelia kepada Serambinews.com, Kamis (10/2/2022).

Ia menambahkan kalau jumlah yang dikirimkan itu sesuai orderan, misalnya ada masuk orderan maka langsung dijahit dan dikirim. Rata-rata per bulan untuk pengiriman ke Malaysia minimal itu ada sekitar 30-an baju, dan itu sudah mulai konsisten sejak akhir 2020.

Sementara ke Brunei Darussalam dan Singapura, dikatakan Nelva, sejauh ini masih tidak menentu. Justru orderan dari Hongkong atau Taiwan yang lumayan banyak dibanding ke Brunei dan Singapura, meskipun yang order rata-rata merupakan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sana.

Polisi Periksa Ormas Terkait Pengelolaan Kerangkeng Bupati Langkat

Sedangkan di Aceh, Nelva mengaku, pihaknya sangat jarang mendapat orderan. Justru dari luar Aceh yang banyak, karena memang target market Florimia seluruh Indonesia. Florimia sendiri sudah hadir sejak 2012 dengan mengusung gaya urban modest wear.

Bentuk pemasaran dan promosi yang dilakukan, pihaknya menggunakan selebgram lokal di daerah tersebut untuk endorse sebagai media promosi.

“Misalnya kita mau coba pasar di daerah A, jadi kita pakai influencer atau selebgram lokal di daerah A itu untuk endorse sebagai media promosi. Karena kita untuk lihat pasar di satu daerah itu ada semacam riset kecil-kecilan sebelum memutuskan untuk mencari market di daerah itu,” kata perempuan asal Banda Aceh ini.
Apabila untuk domestik, lanjutnya, justru lebih banyak orderan datang dari Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Lampung, Kalimantan dan Papua.

Potret Abu Lam Ateuk, Ulama Kharismatik Aceh yang Istiqamah dan Tegas

Dalam waktu dekat ini, juga akan dikeluarkan produk terbaru untuk dipakai saat Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri nanti. “Ada Raya Collection, kita buat atasan dan dress yang bisa dipakai untuk Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri nanti. Kalau yang sekarang banyak diorder biasanya yang dari kombinasi beberapa bahan seperti tulle, chantily, dan brocade,” sebutnya.

Usaha Dimulai Sejak Kuliah

Dalam mengawali bisnisnya, Nelva Amelia melakukan semua proses produksi seorang diri, serta kesulitan dalam memutar modal dari omset yang didapatnya yang saat itu belum signifikan.

“Awal itu zaman kuliah tahun 2012, mulai coba-coba jahit baju dan iseng-iseng foto terus upload di sosial media dan e-commerce, kemudian ternyata ada yang suka dan order, nah dari situ saya memulainya,” kata Nelva.

Ketika sudah mulai banyak pesanan, kemudian Nelva merekrut penjahit untuk memproduksi baju yang di desainnya sendiri. 

Kini, peminat produk fashion busana muslim Florimia bukan hanya datang dari pasar dalam negeri, namun sudah merambah ke negari jiran Malaysia, Brunei, Singapura hingga Taiwan.

Sejauh ini Nelva masih kesulitan untuk menyetok bahan kain yang digunakan. Sebab, saat ini masih bergantung pada ketersediaan bahan kain di toko-toko tekstil yang ada di Banda Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved