Rabu, 22 April 2026

Berita Banda Aceh

Erfiati Ibu 3 Anak Raih Cum Laude S3 di UIN Ar-Raniry

Perempuan yang usianya hampir kepala empat ini menamatkan pendidikan sebagai wisudawan terbaik dan meraih predikat cum lau

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Erfiati 

Berkeluarga dan menjadi ibu dari tiga anak, tak menghentikan langkah Erfiati untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang tertinggi.

Menariknya, perempuan yang usianya hampir kepala empat ini menamatkan pendidikan sebagai wisudawan terbaik dan meraih predikat cum laude (dengan pujian), di mana ia membukukan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.

Erfiati adalah Mahasiswa Program Doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry.

Ia diumumkan sebagai wisudawan terbaik kampus tersebut saat wisuda semester ganjil tahun akademik 2021/2022 dalam Rapat Senat Terbuka di Gedung Auditorium Ali Hasjmy, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (8/2/2022).

Menurut Erfiati, sebelumnya ia tak pernah membayangkan bakal menjadi wisudawan terbaik pada salah satu kampus yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.

Ia menjelaskan, yang dilakukan selama ini hanyalah kuliah dengan sungguh-sungguh dan mengikuti segala prosedur yang ditetapkan oleh kampus agar bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Perempuan yang akrab disapa Erfi itu mengaku tak punya ekspektasi lulus dengan nilai tertentu.

“Usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Saya tidak pernah membayangkan semua ini.

Cuma, saya melakukan yang terbaik dan mengejar target agar tepat waktu, itu saja.

Baca juga: Info Beasiswa S2 dan S3 di China, Biaya Kuliah hingga Asuransi Ditanggung Pemerintah China

Baca juga: Beasiswa Penuh Kuliah S2 dan S3 di Stanford University, Ini Cara Daftarnya

Tanpa ekspektasi nilai tertentu,” ungkap Erfi kepada Serambi, seusai prosesi wisuda.

Jalan panjang yang dilalu Erfi untuk meraih gelar doktor memang tak semulus yang dibayangkan.

Ia sempat gagal dua kali saat memulai pendidikan jenjang S3 tersebut.

Namun, dengan semangat pantang menyerah, Erfi berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar doktoralnya tahun ini dengan tepat waktu, sekaligus menjadi wisudawan terbaik UIN Ar-Raniry dengan predikat cum laude.

Perempuan asal Pidie yang kini tinggal di Aceh Besar, itu bercerita, tahun 2008 lalu dirinya sempat meraih beasiswa Erasmus Mundus dari Uni Eropa.

Namun, Erfi harus menunda mimpinya untuk kuliah S3 dan ia memilih pulang ke Aceh karena anak-anaknya yang masih kecil masih butuh sosok hangatnya seorang ibu.

Hal yang sama terulang kembali di tahun 2011.

Erfi sudah berhasil mendapat LoA untuk S3 di Jerman melalui beasiswa Pemerintah Aceh bekerja sama beasiswa DAAD.

Namun, ia kembali harus berdamai dengan keadaan karena hamil anak ketiga.

"Di UIN ini adalah percobaan ketiga untuk kuliah S3, Alhamdulillah selesai secara memuaskan," ungkapnya.

Baca juga: Mengharukan, Wisudawan UIN Ar-Raniry Bersimpuh di Kaki Orang Tua Usai Dilantik

Erfi mengungkapkan, meski sudah berkeluarga, semua orang tidak boleh menghentikan cita-citanya dalam bidang pendidikan atau karier ke jenjang yang lebih tinggi.

Menjalani berbagai tantangan karena mengerjakan banyak tugas dalam satu waktu mengajarkan Erfi akan arti penting dari time management (manajemen waktu) yang baik sepanjang perjalanan menyelesaikan S3.

Menjadi ibu, istri, sekaligus civitas akademika dalam menyelesaikan pendidikan doktoral bukanlah hal mudah yang dijalani Erfi.

Namun, ia percaya setiap manusia diberi kemampuan menyelesaikan setiap rintangan selama tidak memilih berhenti ketika menghadapi masalah dan selalu berusaha mencari solusi terbaik.

Menurut Erfi, setiap kesulitan, Allah selalu menyediakan jalan terbaik bagi yang berikhtiar mencari dan menyelesaikannya.

Saat menjadi istri dan sosok ibu di rumah, Erfi berujar harus totalitas memenuhi tanggung jawabnya dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Sementara saat menjalani pendidikan menyelesaikan S3, ia pun mengaku tak boleh luput dan berusaha totalitas menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan dari kampus.

"Semua individu berhak melanjutkan pendidikan dan karier terlepas apa pun statusnya.

Intinya, jangan menyerah dengan keterbatasan dan jangan menyerah dengan keadaaan," ungkap Erfi.

Ditanya betapa pentingnya arti keluarga, Erfi mengatakan, anak-anak dan suami adalah nadi kedua setelah yang ada dalam tubuhnya.

Bagi Erfi, ketika ingin berleha-leha mengerjakan berbagai tugas kuliah, mengingat anak-anak dan suami membuatnya bergegas dan semangat kembali.

Baginya, kepercayaan dan harapan besar anak-anak, suami, dan keluarga tidak boleh diabaikan meski dalam kondisi tersulit sekalipun.

Ke depan, Erfi punya impian bisa melanjutkan kembali pendidikannya yang sempat tertunda ke luar negeri dengan mengambil gelar PhD sebagaimana kesempatan yang didapatnya saat sedekade silam.

Ia juga berharap pemerintah, khususnya di Aceh, dapat memberikan support untuk putra putri terbaik yang berniat meningkatkan kapasitas diri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi nantinya. (s)

Baca juga: UIN Ar Raniry Wisuda 1.853 Lulusan, Dilaksanakan Secara Daring dan Luring

Baca juga: Prodi Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry Gelar Syukuran Atas Prestasi yang Diraih Mahasiswa dan Dosen

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved