Jumat, 5 Juni 2026

Internasional

Madinah Segera Dirubah Jadi Kota Pintar dan Paling Layak Huni di Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi akan segera merubah Madinah menjadi Smart City atau kota pintar. Untuk mewujudkannya, para pakar teknologi lokal dan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
JAMAAH berdoa di Taman Raudhah pada sisi makam Rasulullah SAW dalam Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, MADINAH - Kerajaan Arab Saudi akan segera merubah Madinah menjadi Smart City atau kota pintar.

Untuk mewujudkannya, para pakar teknologi lokal dan internasional, serta pebisnis berkumpul dalam Forum Smart Madinah pertama.

Mereka membahas, berbagi dan bertukar pengetahuan dan pengalaman tentang kota pintar.

Acara digelar dua hari, dari 6 sampai 7 Februari 2022 oleh Otoritas Pengembangan Wilayah Al-Madinah.

Dimana, di bawah perlindungan Pangeran Saud bin Khalid Al-Faisal, wakil gubernur Madinah.

Dilansir ArabNews, kamis (10/2/202), kegiatan itu untuk mencari cara memastikan Madinah sebagai salah satu dari tiga kota paling layak huni di Arab Saudi.

Juga membahas meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 3 persen.

Baca juga: Aramco Bantu Peternak Lebah Madu Berpenghasilan Rendah di Madinah

Mengurangi pengangguran sebesar 5 persen pada 2030.

Hal itu sebagai bagian dari upaya mengubahnya menjadi salah satu kota paling tenang namun dinamis di dunia melalui penggunaan teknologi dan inovasi.

Forum tersebut mempertimbangkan sejumlah perbaikan yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut.

Termasuk pengembangan jaringan 5G dan serat optik, peningkatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, serta solusi teknologi pintar.

Jonathan Reichental, pendiri Human Future, penasihat bisnis dan teknologi global, investasi dan pendidikan, mengatakan:

“Saya sering mendapat hak istimewa untuk bepergian ke banyak kota di dunia."

"Dunia berbicara dengan pemimpin, walikota, dan manajer kota pintar dan saya mendengar banyak jawaban berbeda untuk pertanyaan itu."

“Salah satu kesimpulan yang saya dapatkan, definisi tidak sepenting hasilnya."

"Definisinya tidak sepenting apa yang ingin kita capai."

"Setiap komunitas, setiap kota memiliki tujuan yang berbeda dan ini adalah wawasan lain."

Dia menegaskan tidak ada resep yang bisa diikuti oleh setiap kota untuk mendapatkan hasil yang sama.

Dia menjelaskan setiap kota memiliki demografi yang berbeda, geografi yang berbeda, sumber daya yang berbeda dan kemampuan yang berbeda.

Baca juga: Kota Langsa Masuk 50 Besar Smart City Tingkat Nasional

"Tapi saya tahu satu hal, yang jelas, ini adalah topik tentang orang-orang,” ujarnya.

Di bawah tajuk “Di mana teknologi memenuhi ketenangan”, forum tersebut menghadirkan tiga diskusi panel.

Termasuk beberapa presentasi yang menampilkan 12 pembicara nasional dan internasional terkenal.

Mereka mengeksplorasi strategi Madinah untuk menjadi kota pintar dan mengidentifikasi enam sektor untuk pembangunan.

Dimulai dari pariwisata, lingkungan, bisnis, lingkungan lama, kesejahteraan dan mobilitas.

Sekitar 148 peserta mengikuti enam lokakarya yang menghasilkan sekitar 500 ide.

Itu menjadi dasar mereka menyiapkan studi kasus untuk mengembangkan setiap sektor.

“Kami mengadakan beberapa lokakarya dan melibatkan pemangku kepentingan utama, termasuk penduduk itu sendiri, ” kata Abdulrahman Ibrahim, kepala analitik data dan petugas inovasi Pengembangan Wilayah Al-Madinah.

“Strategi dan tujuan program Smart Madinah sangat human-centric dan warga perlu membantu menghadapi tantangan dan solusi teknologi yang tepat,” jelasnya.

Transportasi merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi kota ini.

Akibatnya, salah satu sektor prioritas utama dalam strategi kota pintar Madinah adalah mobilitas.

Madinah menjadi tujuan populer bagi umat Islam dari seluruh dunia dan lalu lintas yang padat.

Tetapi, menjadi masalah utama bagi komuter dan badan-badan sipil.

“Transportasi adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi kota ini,” kata Ibrahim.

Baca juga: Warga Nonmuslim Sekarang Bisa Masuk Kota Madinah yang Sebelumnya Menjadi Kawasan Terlarang

Sedangkan Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi menjajaki cara menciptakan negara yang cerdas.

Dengan mendirikan dua laboratorium inovasi yang dikatakan sangat penting untuk pengembangan solusi kecerdasan buatan.

“SDAIA berfokus pada kota pintar, sangat berdasarkan arahan dari ketua dewan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman,” kata Nasser Al-Rayes, wakil CEO otoritas tersebut.

Dalam forum tersebut, para pakar juga membahas isu kota pintar dengan judul “Semua untuk satu dan satu untuk semua.”(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved