Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Korban Salah Sasaran di Bukit Tempurung Alami Luka Serius, Keluarga Minta Pelaku Ditangkap

Pengeroyokan yang dilakukan warga Kotalintang ini menyebabkan kepalanya robek dan harus dijahit, sedangkan punggung dan dadanya masih nampak lebam.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Dok Polsek Kualasimpang
Kerumunan warga di Bukit Tempurung, Aceh Tamiang, Jumat (4/2/2022) malam lalu. Kericuhan ini menyebabkan beberapa warga Bukit Tempurung mengalami luka serius. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kekerasan kelompok warga di Kampung Bukit Tempurung, Kota Kualasimpang menyisakan trauma bagi Andre Muharram (27). Berselang seminggu kejadian, pemuda ini masih terbaring lemah akibat luka serius.

Andre belum melupakan kekerasan yang dialaminya pada Jumat (4/2/2022) malam lalu. Detik per detik kejadian itu ia ceritakan dengan detil dengan sesekali menahan nyeri di kepalanya.

"Saya dipukuli dengan brutal, mulai pakai kayu, kursi, apa saja yang mereka pegang semua dipukul ke badan saya," kata Andre kepada serambinews.com, Minggu (13/2/2022).

pengeroyokan yang dilakukan warga Kotalintang ini menyebabkan kepalanya robek dan harus dijahit, sedangkan punggung dan dadanya masih nampak lebam.

"Semalam perban di kepala mau dibuka dokter, rupanya masih basah, kepalanya masih bernanah," timpal Khairanti, ibu Andre.

Sampai saat ini Andre memastikan tidak kenal apalagi punya masalah dengan kelompok penyerang. Malam itu, Andre bersama temannya berniat membeli nasi goreng di Kota Kualasimpang.

Dalam perjalanan, dia melihat kerumunan orang yang sangat ramai. Rasa penasaran membawa Andre berhenti di kerumunan massa itu. "Namanya kampung kita, ada ramai-ramai kan wajar mau tahu," ujarnya.

Seketika niat untuk bertanya diurungkannya karena dari seratusan orang yang berkumpul itu, tak satupun ia kenal. Apalagi beberapa orang dilihatnya sudah membekali diri dengan kayu. "Kemudian ada becak datang membawa banyak orang, ada yang pegang kayu. Pas berhenti sengaja menabrak tiang telepon," kata Andre.

Menurut Andre sikap pengemudi becak menabrak tiang telepon diteriaki oleh seseorang. "Orang itu nuduh saya yang teriak, padahal bukan, ya sudah saya langsung dipukuli," ujarnya.

Teman Andre, Eko yang mencoba melerai pun ikut dikeroyok. Luka yang diderita Eko dilaporkan juga serius. "Bang Seprizal, perangkat kampung kami sampai stroke karena kejadian ini. Memang luar biasa perlakuan mereka," kata Andre.

Khairanti memastikan anaknya menjadi korban dalam kericuhan ini. Dia pun menegaskan malam itu tidak ada bentrokan antar-kampung. "Gak ada tawuran, yang ada kampung kami diserang oleh kampung sebelah," ujarnya.

Dipastikannya lagi warga Bukit Tempurung sama sekali tidak ada membalas penyerangan itu. "Warga kami tidak ada membalas apalagi menyerang, yang ada kampung kami diserang sama ratusan orang," kata Khairanti yang berharap polisi menangkap pelaku.

Sebelumnya Kapolsek Kualasimpang AKP Ontin Panjaitan menjelaskan keributan ini melibatkan warga dari Kampung Bukit Tempurung dan Kampung Kotalintang. Dari laporan yang diterima, keributan ini terjadi di tiga lokasi yang seluruhnya berada di wilayah Kampung Bukit Tempurung.

Sejauh ini polisi sedang memintai keterangan beberapa saksi.(*)

Baca juga: Pemuda dari Dua Kampung di Aceh Tamiang Bentrok, Empat Orang Luka-luka, Pemicunya Gara-gara Teriakan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved