Selasa, 2 Juni 2026

Berita Bireuen

Perbaikan Sawah Rusak Bireuen Mulai Dilakukan, Perbaikan Irigasi Sedang Berlangsung

Perbaikan bendungan irigasi Pante Lhong, Juli Bireuen sedang berlangsung dan belum dapat dipastikan musim tanam ini berfungsi normal.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Amirullah
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Sawah rusak - Sebagian sawah rusak sedang di Bireuen dampak banjir November lalu mulai ditangani Distanbun Bireuen bersama kelompok tani, seperti di Blang Guron, Gandapura, Bireuen. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Perbaikan atau rehabilitasi sawah yang rusak sedang  akibat banjir yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November lalu sebagian sudah dilakukan, sedangkan sawah rusak berat segera dilakukan.

Kemudian, perbaikan bendungan irigasi Pante Lhong, Juli Bireuen sedang berlangsung dan belum dapat dipastikan musim tanam ini berfungsi normal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi SE MM kepada Serambinews.com, Kamis (28/5/2026) terkait penanganan sawah rusak dihantam banjir.

Mulyadi mengatakan, sawah rusak sedang yang sudah ditangani sejak beberapa waktu lalu yaitu di Samalanga, Peusangan, Jangka, Kutablang dan Gandapura.

“Sekarang sedang berlangsung penanganan atau rehabilitasi dengan sistem swakelola dengan kelompok tani, sebagian sudah selesai ditangani dengan mendatangkan alat berat ke masing-masing lokasi,” ujarnya.

Baca juga: Bolehkah Pasutri Berhubungan di Hari Tasyrik? Buya Yahya Tegaskan Hukumnya, Banyak yang Salah Paham

Baca juga: Dua Pencuri Kabel SKTM Ditangkap Warga, Kesetrum Saat Beraksi di Kolong Jembatan Kota Kualasimpang

Menyangkut perbaikan bendungan irigasi Pante Lhong, Peusangan, Mulyadi mengatakan, informasi diperoleh bendungan irigasi sedang dalam perbaikan, namun belum dapat dipastikan apakah dalam musim tanam kali ini dalam waktu dekat akan berfungsi menyuplai air ke sawah-sawah warga secara keseluruhan.

Ditambahkan, ada beberapa kawasan seperti Blang Mee, Kutablang sumber air dari pompa air, kemudian di Blang Guron Gandapura juga dari pompa air.

Sementara di Samalanga kemungkinan besar dari jaringan irigasi. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasarkan data, banjir dan tanah longsor menyebabkan kerusakan lahan persawahan seluas 4.731,79 hektar.

Kerusakan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yaitu rusak berat seluas 1.323,07 hektar, rusak sedang 672,12 hektar, dan rusak ringan 2.736,60 hektar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved