Breaking News:

Ritual di Pantai Payangan Tewaskan 11 Orang, Polisi Ungkap Motif: Faktor Ekonomi hingga Ilmu Hitam

Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan sementara terhadap tujuh orang saksi kejadian ritual berujung maut tersebut.

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Surya.co.id dan instagram
Sosok Bripda Febriyan Duwi, Bintara Polri yang Jadi Korban Ritual Maut di Pantai Payangan Jember. 

SERAMBINEWS.COM - Polisi mengungkap beragam motif terkait ritual yang dilakukan puluhan orang di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur, mulai dari motif ekonomi hingga ilmu hitam atau guna-guna.

Penjelassan itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor Jember AKBP Hary Purnomo, dalam Sapa Indonesia Malam KOMPAS TV, Minggu (13/2/2022).

"Mereka bergabung dengan berbagai tujuan. Ada yang ingin menyelesaikan masalah keluarganya, motif ekonomi, kesulitan mendapatkan pekerjaan, atau kesulitan berusaha, ilmu hitam, dan guna-guna," ungkapnya dalam Sapa Indonesia Malam KOMPAS TV, Minggu.

Menurutnya, berbagai macam tujuan tersebut diklaim oleh guru spi ritual dari padepokan dapat diselesaikan dengan kegiatan zikir dan ritual yang dilaksanakan di pantai tersebut.

Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan sementara terhadap tujuh orang saksi kejadian ritual berujung maut tersebut.

Kronologi Kejadian

 Minggu (13/2/2022) dini hari, terjadi tragedi maut di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

11 orang dilaporkan tewas tergulung ombak.

Diketahui, kejadian itu bermula saat 24 orang dari padepokan Tunggal Jati Nusantara datang dan menggelar ritual semedi di tepi pantai yang terkenal di Jember itu. 

Setelah beberapa saat meditasi berlangsung, ombak besar datang dan mengantam mereka. 

“Ada ombak dua kali datang. Ombak pertama ini saya berdiri terus lari saya menghindari ombak kedua,” kata Bayu salah satu korban selamat dalam tragedi maut itu. 

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Jember AKBP Herry Purnomo juga menceritakan kesaksian korban sebelum kejadian nahas menimpa anggota padepokan tersebut.

Kata Herry, proses ritual dimulai dengan membaca doa dan tabur bunga. 

Kemudian, dengan membentuk dua baris mereka masuk ke dalam air sambil bergandengan tangan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved