Jumat, 17 April 2026

Internasional

Pemukim Yahudi Didukung Polisi Israel Serang Rumah Warga Palestina di Sheikh Jarrah

Pemukim Yahudi yang didukung polisi Israel menyerang rumah-rumah warga Palestina di Jerusalem Timur. Bentrokan sempat pecah yang menyebabkan puluhan

Editor: M Nur Pakar
HAZEM BADER /AFP
Tentara Israel menyeret perempuan Palestina yang memprotes pembongkaran rumah mereka di Kota Hebron, Tepi Barat, Selasa (28/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Pemukim Yahudi yang didukung polisi Israel menyerang rumah-rumah warga Palestina di Jerusalem Timur.

Bentrokan sempat pecah yang menyebabkan puluhan orang terluka pada Minggu (13/2/2022) malam.

Para pemukim melanjutkan upaya untuk mengusir paksa keluarga Palestina dari rumah mereka.

Untuk hari kedua, polisi Israel turun ke jalan-jalan di lingkungan Sheikh Jarrah.

Menutup jalan-jalan dan gang-gang dekat rumah Fatima Salem dan keluarganya.

Polisi Israel menggunakan air, tim kavaleri, granat kejut dan peluru karet untuk membubarkan massa.

Serangan oleh pemukim Yahudi di Jerusalem berlanjut hingga dinihari.

Pemukim melemparkan batu ke rumah-rumah, menyemprotkan gas merica dan mengibarkan bendera Israel.

Yang lain berkeliaran di jalan-jalan memprovokasi penduduk setempat, bernyanyi dan menari.

Baca juga: Tentara Israel Gelar Operasi Penghancuran Rumah Pejuang Palestina, Seorang Remaja Dibunuh

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina pada Selasa (15/1/2022), 31 orang terluka setelah terkena granat kejut, peluru karet dan gas merica.

Mereka termasuk tiga paramedis, seorang jurnalis dan dua aktivis asing.

Polisi menangkap 11 orang di Jerusalem.

Ketegangan di lingkungan itu meningkat.

Setelah Itamar Ben Gvir, seorang anggota sayap kanan Israel Knesset, mendirikan kantornya di sana.

Dia memberi dukungan kepada pemukim Yahudi yang mencoba merebut rumah-rumah warga Palestina.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved