Sosok Nur Hasan, Pimpinan Ritual Maut di Pantai Payangan, Bukan Ustaz dan Pernah Jadi MC Dangdut
Ia mengkoordinasi 23 orang yang tergabung dalam Padepokan Tunggal Jati Nusantara, melakukan ritual di Pantai Payangan, Minggu (13/2/2022) dini hari.
Sebelum dikenal sebagai paranormal, Hasan pernah bekerja di Malaysia cukup lama.
Ia baru kembali ke Desa Mencek pada 2010 lalu.
Saat kembali dari Malaysia, pekerjaan Hasan cukup beragam.
Mulai dari menjadi MC acara dangdut hingga berjualan online seperti tisu.
Sementara itu, Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo mengatakan, hasil penyelidikan sementara, kelompok Tunggal Jati Nusantara merupakan tempat pengobatan alternatif.
Namun, terkadang tujuan orang yang datang ke Hasan juga bermacam-macam.
Ada yang ingin konsultasi masalah ekonomi, rumah tangga hingga soal kesehatan.
"Nah ini kesehatan secara fisik maupun batin. Bermacam-macamlah alasan orang yang datang dan bergabung," katanya.
Kebanyakan, pengikut Hasan dulunya adalah seorang pasien.
Banyak pasiennya yang mengaku sembuh setelah datang ke Hasan.
Keberhasilan itu kemudian sering diceritakan pasien-pasien ke orang lain.
Dari situ, banyak orang yang kemudian tertarik untuk menjadi pengikutnya.
"Eksisnya dari getol tular," tambah Hery.
Baca juga: Rusia dan Ukraina Diambang Perang, Ini Akar Masalah Konflik antar Dua Negara
Baca juga: PSG vs Real Madrid, Leg 1 16 Besar Liga Champions Malam Ini, Teror La Pulga, Live di SCTV
Baca juga: Minum Air Kunyit Hangat Sebelum Sarapan, untuk Anda yang Sering Nyeri Sendi
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Terjawab Sosok Sebenarnya Pimpinan Tunggal Jati yang Gelar Ritual Maut, Selalu Berselendang Hijau
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-nur-hasan-pimpinan-tunggal-jati-nusantara.jpg)