Minggu, 19 April 2026

Kebutuhan Pokok

Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Lambaro, Tomat dan Kedelai Melambung Tinggi

Mukhlis, salah seorang pedagang di Pasar Induk Lambaro mengatakan, kenaikan beberapa kebutuhan pokok dimulai sejak akhir tahun lalu. Namun puncaknya t

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Sara Masroni
Harga tomat naik dari kisaran Rp 8.000-12.000 menjadi Rp 17.000 per kilogram. 

Laporan Sara Masroni | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Beberapa jenis kebutuhan pokok di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar terpantau melambung tinggi.

Harga tomat naik dari kisaran Rp 8.000-12.000 menjadi Rp 17.000 per kilogram.

Hal yang sama diikuti kebutuhan pokok lain seperti cabai yang naik dari kisaran Rp 15.000 menjadi Rp 30.000-32.000 per kilogram.

Sementara harga kentang naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram.

VIDEO Cabai dan Tomat Melambung Tinggi, Minyak Goreng Langka di Lambaro

Mukhlis, salah seorang pedagang di Pasar Induk Lambaro mengatakan, kenaikan beberapa kebutuhan pokok dimulai sejak akhir tahun lalu. Namun puncaknya terjadi pada Februari 2022 ini.

"Tomat sama kentang puncak kenaikannya bulan ini," kata Mukhlis saat ditemui Serambinews.com, Rabu (16/2/2022).

Sementara harga minyak goreng kemasan, saat ini masih di kisaran Rp 20.000-an per kilogram.

Para pedagang mengeluhkan, selain harga yang tidak turun, pihaknya juga kelimpungan terhadap stok yang mulai terbatas.

"Ini cuma dua (kemasan) lagi, minyak goreng terbatas bos," kata pedagang lainnya, Marwan di Pasar Induk Lambaro.

Harga kedelai dan tahu

Sementara Mulizar, salah seorang produsen tahu dan tempe mengaku terjepit dengan harga kedelai yang naik dari Rp 8.000-an menjadi Rp 11.600 di pasaran.

Produsen Tempe Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Empat Kali dalam Satu Bulan

Kenaikan itu membuatnya memangkas jumlah produksi hingga setengah dari hari biasa.

"Kami harus pangkas produksi (tahu tempe) dari 500 kilo kedelai menjadi 300 hingga 250 kilo saja per hari. Pangkas setengah," kata Mulizar.

Kondisi ini membuatnya tertekan karena ada pinjaman di perbankan yang harus disetor.

Sementara harga tahu tempe tidak bisa dinaikkan serampangan meski harga kedelai sudah melambung tinggi.

"Harga tahu tempe masih seperti biasa, tidak boleh dinaikan karena harus ada kesepakatan bersama para produsen lainnya terlebih dahulu. Kami sangat terjepit," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved