Selasa, 14 April 2026

Harga Kedelai

Produsen Tempe Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Empat Kali dalam Satu Bulan

Mudasir mengatakan, di Banda Aceh dan Aceh Besar, ada sekitar 12-15 orang produsen tempe dan tahu. Akibat kenaikan harga bahan baku tempe dan tahu, me

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Seorang pedagang tempe di lokasi Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, sedang menunggu pembeli, Minggu (28/11/2021). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kalangan produsen tempe dan tahu di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, mulai mengeluhkan kenaikan harga kacang kedelai, pada minggu terakhir November 2021 ini.

Harga kacang kedelai, mereka katakan, pada minggu terakhir bulan November ini, sudah empat kali naik, mencapai angka Rp 550.000/sak (50Kg), dari sebelumnya Rp 500.000/sak.

“Harga beli kacang kedelai ditingkat penyalurnya pada minggu ini sudah mencapai angka Rp 550.000/sak, harga senilai itu sudah tinggi dan sangat memberatkan produsen tempe dan tahu,” kata Mudasir, produsen tempe dan tahu Soybenan kepada Serambinews.com, di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Minggu (28/11/2021).

Mudasir mengatakan, di Banda Aceh dan Aceh Besar, ada sekitar 12-15 orang produsen tempe dan tahu. Akibat kenaikan harga bahan baku tempe dan tahu, mereka sekarang ini sudah pusing, tak tahu mengadu kemana.

Baca juga: KPI Aceh Kampanyekan Literasi Media di UTU Meulaboh, Ajak Mahasiswa Awasi Isi Siaran Radio dan TV

Pada saat harga kacang kedelai naik dari Rp 480.000 menjadi Rp 500.000/sak, ungkap Mudasir, kenaikan harga kacang kedelai itu bisa ditanggulangi dengan mengurangi sedikit besaran ukuran tempe yang dijual dan jumlah unit tahu yang dijual. Kenaikan itu terjadi, pada akhir Oktober lalu.

Pada Bulan November ini, ungkap Mudasir, kenaikannya sudah empat kali. Pertama dari Rp 500.000/sak naik menjadi Rp 510.000/sak, kedua naik lagi menjadi Rp 520.000/sak, ketiga naik lagi menjadi Rp 525.000/sak dan keempat naik menjadi Rp 550.000/sak.

Baca juga: KNPI Aceh Selatan Agendakan Gelar Musda pada Desember 2021, Rajo Evi: Kepastian Tunggu Jadwal DPD I

Pedagang kacang kedelai yang kami minta penjelasannya, kenapa harga kacang kedelai terus melonjak, mereka mengatakan, stoknya kacang kedelai nasional sudah menipis, sementara pasokan impornya dari Amerika, juga sangat terbatas, sedangkan permintaannya di pasar lokal dan nasional sangat tinggi.

Mudasir mengatakan, sekali olah tempe, jumlah kacang kedelai yang dibutuhkan berkisar 13 – 16 goni/sak. Sementara untuk buat tahu, jumlah kacang kedelai yang dibutuhkan satu kali olah dan masak, mencapai 6 karung/sak.

Total kacang kedelai yang dibutuhkan untuk sekali olah tempe dan masak tahu, jumlahnya mencapai 22 karung atau 22 sak.

Bayangkan kalau jika setiap karung kenaikan harganya antara Rp 25.000 – Rp 50.000, maka untuk memproduksi tempe dan tahu, tambahan biaya produksi mencapai Rp 550.000 – Rp 1.100.000.

Baca juga: KPI Aceh Kampanyekan Literasi Media di UTU Meulaboh, Ajak Mahasiswa Awasi Isi Siaran Radio dan TV

Tambahan biaya senilai itu, sangat memberatkan produsen tempe dan tahu, karena jumlah karyawan yang dibutuhkan untuk membuat tempe dan tahu bisa mencapai 15-17 orang.

Ridwan produsen tempe dan tahu lainnya mengatakan, untuk mengatasi kenaikan harga kacang kedelai, dalam satu bulan bisa empat kali berubah dan naik, pihaknya sudah kehabisan cara.

"Sekarang kami pasrah saja, dengan kondisi yang ada sekarang. Sebab, kalau ukuran tempenya kita kecilkan lagi, minat konsumen untuk membeli tempe nanti, akan semakin rendah. Karena, konsumen melihat ukuran tempenya saat ini sudah kecil. Sementara tahu, kita tidak berani mengurangi ukurannya, kalau dikecilkan ukurannya, tahunya mudah patah dan konsumen tidak mau membeli lagi," ujarnya.

Cara untuk mengatasi kenaikan harga kacang kedelai itu, kata Ridwan, adalah mengurangi jumlah unit potongan tahu yang dijual.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved