Internasional
Universitas Elektronik Arab Saudi Luncurkan Forum E-Learning di Riyadh
Universitas Elektronik Arab Saudi membentuk Tren Global dalam Forum E-Learning (GTEL) untuk meningkatkan masa depan pendidikan. Universitas itu
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Universitas Elektronik Arab Saudi membentuk Tren Global dalam Forum E-Learning (GTEL) untuk meningkatkan masa depan pendidikan.
Universitas itu dipimpin oleh Dr. Lilac Al-Safadi.
“Memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya akan meningkatkan ketahanan pendidikan," kata Al-Safadi kepada Arab News, Minggu (20/2/2022).
Dia menambahkan juga menawarkan pembelajaran yang berkualitas dan terjangkau dalam skala besar.
Dia menjelaskan pembukaan forum akan diadakan pada 21 Februari 2022 dan akan berlangsung selama dua hari.
Disebutkan, universitas di bawah perlindungan Menteri Pendidikan Arab Saudi, Hamad Al-Asheikh.
Forum GTEL akan mempertemukan pendidik e-learning, pembuat kebijakan, pengembang teknologi, dan inovator dari berbagai belahan dunia.
Baca juga: VIDEO Suasana Wisuda di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh
Sehingga, akan mampu mengembangkan cara baru untuk memecahkan tantangan digital.
“GTEL merupakan acara tahunan tentang perkembangan, tren, teknologi, dan praktik masa depan e-learning secara global,” kata Al-Safadi.
Lebih dari 40 pembicara dan spesialis dari seluruh dunia akan menghadiri forum dan berbagi wawasan mereka melalui diskusi kelompok dan seminar.
Para peserta juga akan melihat ke dalam teknologi modern saat ini yang digunakan dalam e-learning.
“GTEL mempromosikan berbagi pengetahuan dan pertukaran ide dan memungkinkan spesialis kebijakan pendidikan, pendidik dan inovator," jelasnya.
Dimana, akan mengeksplorasi pergeseran dan perubahan dalam e-pendidikan dan metodologi pelatihan, katanya.
Forum ini berharap dapat mempromosikan penggunaan teknologi baru dalam transformasi digital e-learning, sejalan dengan ambisi Visi 2030.
“Transformasi digital yang kita jalani adalah alat yang ampuh yang memungkinkan setiap orang untuk dapat mengakses pembelajaran yang mereka butuhkan," ujarnya.
"Bagaimana mereka membutuhkannya, dan di mana mereka membutuhkannya,” jelasnya.
Juga akan ada aspek virtual pada forum online di mana 50 perusahaan global akan berpartisipasi untuk memajukan metodologi pendidikan dan pelatihan digital.
Al-Safadi menjelaskan Saudi Electronic University merupakan universitas pertama di Arab Saudi.
Baca juga: USK Kembali Terapkan Kuliah Daring Hingga 20 Februari, Dampak Meningkatnya Kasus Positif Covid-19
Dimana, secara eksklusif mengadopsi strategi dan teknologi e-learning dalam pendidikan.
Universitas menggunakan pengetahuan dan keahliannya untuk menjadi tuan rumah forum.
Selama Covid-19, Al-Safadi menyoroti, universitas melakukan perubahan total ke pembelajaran virtual 100 persen hanya dalam 24 jam.
“Misi kami, mentransfer tren dan praktik terbaru dalam pembelajaran." katanya.
"Kami juga berbagi pengalaman dalam memindahkan seluruh pendidikan ke pembelajaran virtual dalam 24 jam," tambahnya.
"Itu keputusan menteri untuk menutup sekolah dan universitas,” katanya.
“Meskipun ada gangguan aktivitas tatap muka selama COVID-19, kami dengan mulus beralih ke lingkungan yang sepenuhnya virtual,” tambahnya.
Dia menjelaskan dengan peralihan menyelesaikan pembelajaran online, universitas tidak hanya dapat sepenuhnya membantu mahasiswany.
Tetapi juga memperluas dukungan, keahlian, dan metodologi mereka ke universitas lain.
Dia menjelaskan akan dapat membantu lembaga pendidikan yang selalu memiliki lingkungan belajar tradisional menuju lingkungan virtual.
“Sebagai rumah pengalaman dalam pembelajaran, misi kami adalah mentransfer tren dan praktik terbaru dalam pembelajaran ke Kerajaan,” kata Al-Safadi.
“Hari ini, Kerajaan telah diakui dan dilihat sebagai pemberi pengaruh dan mitra dalam pembuatan kebijakan pembelajaran digital internasional," klaimnya.
Dia mengatakan telah mampu mengembangkan solusi untuk masalah pembelajaran lokal,
Al-Safadi menyoroti pentingnya lembaga pendidikan yang menggabungkan kemajuan teknologi modern ke dalam pengajaran untuk membantu siswa dengan lebih baik.
“Peluang yang datang dengan teknologi merangsang pembelajaran dengan cara yang terkadang tidak bisa dilakukan oleh metode pembelajaran tradisional," jelasnya.
Selama forum dua hari, peserta internasional juga akan berbagi praktik dan pelatihan internasional terbaik mereka dalam teknologi pembelajaran online yang inovatif.
“GTEL menghubungkan entitas publik dan swasta lokal dan internasional dengan ide-ide perintis dalam e-learning," jelasnya.
Baca juga: Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Terapkan Sistem Informasi Gampong di Aceh Selatan
Disebutkan, akan memfasilitasi pengembangan jaringan dalam pendidikan dan pelatihan di seluruh dunia.
Ini baru awal dari forum, yang akan berlangsung setiap tahun, tambahnya.
“Kami berencana untuk memperluas jangkauan pada tahun 2023 dengan mengundang pemangku kepentingan dari seluruh dunia," harapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/universitas-elektornik-arab-saudi.jpg)